Petugas Haji Harus Kuasai Jamaahnya

 261 total views,  2 views today

Ilustrasi Haji | Ist

Ilustrasi Haji | Ist

PALEMBANG – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan (Sumsel), memberikan pembekalan kepada petugas haji yang akan berangkat tahun ini. Tahun ini ada 65 petugas haji, yang akan diberangkatkan untuk mendampingi jemaah haji asal Sumsel.

“65 petugas haji itu, adalah petugas dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI),” kata Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, H Hambali melalui Kasubbag Informasi dan Humas, H Saefuddin menyebut, Jumat (29/8).

Diterangkan Saefuddin, perwakilan dari TPIH sebanyak satu orang sementara TPIHI juga satu orang. Selebihnya merupakan juru medis, dimana mereka akan disebar disemua kelompok terbang (kloter).  “Disetiap kloter nantinya, ada satu dokter dan dua perawat. Sementara untuk Sumsel, ada 13 kloter,” bebernya.

Dikatakan, pihaknya menunjuk petugas haji yang mempunyai niat yang tulus, disiplin, kesabaran, dukungan fisik, kesehatan prima, disertai totalitas dalam menjalankan tugas. Menurut Seafudin, pundak petugas haji terpikul beban tanggung jawab yang tidak ringan.

“Selain memberikan pelayanan selama perjalanan dari tanah air, petugas haji juga memberikan bimbingan ibadah haji, menjamin kesehatan para jamaah, memantau kesehatan selama di pemondokan, mengantar ke rumah sakit setempat, hingga mengurus dan mengantarkan ke pemakaman apabila terdapat jamaah yang wafat di tanah suci,” terangnya.

Petugas haji yang bertugas nantinya, juga harus mampu melakukan inovasi dan terobosan apabila menghadapi kondisi diluar kemampuan normal. Dalam keadaan darurat, lanjut dia, petugas haji harus mampu bertindak secara cepat, tepat dan bijaksana.

Selain itu, petugas haji juga akan menghadapi hambatan dan rintangan baik dari diri sendiri maupun dari luar. Hal itu terjadi karena kondisi iklim, suhu udara yang cepat berubah, udara berdebu, jumlah jamaah yang heterogen dan berdesak-desakan serta jarak antara penginapan dengan Masjidil Haram atau Masjid Nabawi. “Semuanya itu mengharuskan petugas benar-benar cermat menjadwalkan dan memperhitungkan waktu dengan cermat,” ujarnya.

Saefudin juga mengingatkan para petugas untuk memenuhi peraturan, adat kebiasaan, budaya, karakter yang berbeda dengan Indonesia, terlebih pada saat jamaah melaksanakan Rukun Haji, Wukuf di Padang Arafah, Tawaf dan Sa’i di Masjidil Haram.

“Tunjukkan kalau kita adalah bangsa yang berbudaya dan santun. Jaga nama baik dan citra bangsa Indonesia karena saudara semua juga berperan sebagai duta bangsa Indonesia,” tukasnya.

 

TEKS           : IMAM MAHFUZ

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster