Empat Siswa MAN Tebing Tinggi Positif Narkoba

 255 total views,  2 views today

ilustrasi (foto: Thinkstock)

ilustrasi (foto: Thinkstock)

EMPAT LAWANG – Mengejutkan, Hasil tes urine 100 sample siswa Madrasah Aliah Negeri (MAN) Tebing Tinggi, ditemukan empat siswa positif menggunakan narkoba jenis ganja.  Hal ini terkuak pada inspeksi mendadak (Sidak) tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Empat Lawang, Jumat (29/8).

Sidak tersebut menurut Kepala BNN Empat Lawang, Supratman melalui Kepala Seksi (Kasi)  Pemberdayaan masyarakat, Rebi Lukman, dilakukan sebagai upaya pemberantasan narkoba di lingkuangn sekolah. “Tadi secara acak kita ambil 100 siswa, untuk melakukan tes urine. Hasilnya, ada empat siswa yang positif menggunakan ganja. Tidak menutup kemungkinan ada siswa lain, juga pengguna narkoba,” kata Rebi, kemarin.

Diterangkan Rebi, tes urine dilakukan ke seluruh sekolah di Empat Lawang. Program ini bertujuan, agar mempersempit ruang peredaran narkoba dikalangan pelajar. Kenapa secara acak 100 siswa saja? Menurutnya, itu karena keterbatasan alat tes.

BNN hanya mampu mengambil sampel urine untuk 100 siswa saja, walau pun demikian diharapkan dengan pola ini bisa memberikan efek jera bagi pengguna lainnya. Ketika ditanya narkotika jenis apa kerap ditemukan dikalangan pelajar? dia menyebutkan, sejauh ini hanya jenis ganja.

Contoh saja di MAN Tebing Tinggi, ke empat siswa itu positif menggunakan ganja. Hasil temuan tidak diproses hukum. Namun siswa bersangkutan akan dipanggil, untuk diberikan konseling oleh BNN, guna mencegah penggunaan lebih jauh.

“Tidak kita lapor ke kepolisian, hanya diberikan konseling melibatkan orang tua atau walinya.  Tujuannya, agar siswa itu tidak terjerumus lebih menggunakan narkoba jenis apap pun,” ucapnya.

Sementara itu Kepala MAN Tebing Tinggi, Lambang Putra Viktori mengakui ada empat siswanya, positif  menjadi pemuja daun setan. Keempat siswa itu, duduk di kelas  X dan XI. “Dua diantaranya siswa baru, kita upayakan pembinaan terlebih dahulu dan memanggil wali siswa, ” kata Lambang seraya menolak menyebutkan nama ke empat siswa tersebut, dengan alasan masih dalam upaya pembinaan.

Untuk sanksi kata Lambang, meskipun hasil tes urine mereka positif menggunakan narkoba, tetap diupayakan pembinaan terlebih dahulu. Tidak ada sanksi, sampai menjurus pemberhentian karena para siswa itu adalah korban atau pemakai dan bukan pengedar. “Kita lakukan pembinaan, kalau mereka kita berhentikan otomatis akan menghancurkan masa depannya dan tentu akan terus menggunakan narkoba,” tukasnya.

 

TEKS           : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster