Realisasi Tiga Pajak Minim

 209 total views,  2 views today

Ilst. Pajak

Ilustrasi. Pajak

PALEMBANG – Dari 11 jenis pajak yang ditarik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, untuk pendapatan asli daerah (PAD), ada tiga jenis pajak yang realisasinya paling minim di semester ke dua tahun 2014.

Ke tiga jenis pajak yang realisasinya minim tersebut menurut Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Palembang, Agus Kelana adalah pajak sarang burung walet, dari target sebesar Rp 50 juta tapi sampai akhir Juli realisasinya baru Rp 19.150.000 atau 38,30 persen.

“Minimnya realisasi pajak ini disebabkan pengusaha burung walet berkurang akibat harga liur walet yang menurun.  Sehingga kita kesulitan menagih wajib pajak (WP). Untuk APBD Perubahan, target pajak sarang burung walet diturunkan menjadi Rp 25 juta,” kata Agus yang dibincangi usai rapat koordinasi PAD, di Dispenda Palembang, Rabu (27/8).

Selain pajak burung walet, Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB PP), juga minim. Dari target Rp 95 miliar, sampai akhir Juli baru terealisasi Rp 29.254.274.176.  “Kalau pajak PBB PP ini, biasanya WP membayarnya mendekati masa akhir yakni 30 September. Kami untuk mewujudkannya, berbagai upaya yang kami tempuh seperti gebyar PBB, dan lainnya,” terangnya.

Kemudian yang  ke tiga kata Agus, realisasi yang paling minim adalah pajak mineral bukan batuan, dari target Rp 1 miliar yang terealisasi sampai akhir Juli hanya Rp 136.616.970 atau 13,66 persen. “Dengan minimnya pencapaian itu, pada ABPD Perubahan target kami turunkan menjadi Rp 500 juta. Artinya turun setengah dari target di APBD induk Palembang 2014,” bebernya.

Agus menyebutkan, realisasi pajak yang paling tinggi di semester ke dua tahun 2014 ini adalah pajak penerangan jalan non PLN, dari target Rp 2,5 miliar realisasinya sudah mencapai Rp 2.387.344.656 atau 95,49 persen. “Tingginya pencapaian pajak itu, kemungkinan target pajaknya akan kembali di tingkatkan di APBD Perubahan. Begitu juga sebaliknya,”sebutnya.

Agus menambahkan, walaupun ada beberapa jenis pajak realisasinya masih minim, tetapi Dispenda optimis, semua pajak tersebut targetnya bisa dicapai. “Di 2014, dari 11 pajak itu kita ditargetkan bisa mengumpulkan PAD sebesar Rp 388.858.500.000.  Kami tetap optimis, target tersebut bisa dipenuhi, bahkan bisa over target,” tukasnya.

 

TEKS          : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster