Pemkot Pagaralam Sidak 3 SPBU

 301 total views,  2 views today

Ilustrasi SPBU | Dok KS

Ilustrasi SPBU | Dok KS

PAGARALAM – Upaya mengantisipasi berbagai kemungkinanan setelah merebak isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Kota Pagaralam, melalui Sekretaris Daerah Drs Safrudin MSi didampingi sejumlah Satker mulai dari Disperindagkop UKM PP, Sat Pol PP dan Polres setempat, Rabu (27/8) melakukan inspeksi mendadak (Sidak), di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada.

Pantauan di lapangan, tim yang dipimpin Sekda Drs Safrudin MSi, bersama instansi terkait dan termasuk jajaran kepolisan, memantau langsung proses penyaluran dan suplay BBM di tiga SBPU yang ada. Langkah ini dilakukan guma mengantisipasi kelangkaan, penimbunan, dan termasuk jumlah pasokan untuk Kota Pagaralam, terkait maraknya isu kenaikan yang sudah merebah di masyarakat.

“Ya, sidak ini dilakukan guna mengetahui ketersediaan BBM di tiga SBPU yang selama ini merupakan penyedian untuk kebutuhan masyarakat Kota Pagaralam. Adapun  2 SPBU yang ada diantaranya SPBU Simpang Manna, SPBU Perandonan dan SPBU Karang Dalo,” ujar Safrudin.

Melalui kegiatan ini lanjutnya, data yang berhasil dihimpun nantinya akan dibahas bersama  Muspida dan Unsur Pimpinan di DPRD Kota Pagaralam guna mengambil langkah-langkah apa saja yang akan diterapkan jika terjadi kelangkaan BBM.

“Tinggi tingkat kebutuhan masyarakat terhadap ketersedian BMM dipandang perlu dilakukan pengawasan di sejumlah SPBU yang ada. Apalagi menjelang kenaikan, biasanya  banyak bermunculan sejumlah persoalan seperti aksi borong, penimbunan dan termasuk kemungkinan SPBU memperhambat penyaluran kepada konsumen,” terangnya.

Kepada para pemilik SBPU diharapkan agar dapat konsisten dalam memberikan layanan sesui dengan jadwal yang sudah mereka atur. Misalnya buka pukul 09.00 WIB tutup pukul 23.00 WIB, jangan sampai minyak masih ada tapi mengaku sudah habis.

“Meski begitu, pemerintah perlu melakukan pengawasan terhadap jumlah suplay BBM dari Pertamina kepada SPBU. Selain itu jadwal pelayanan tersebut benar-benar dapat dinikmati masyarakat, termasuk menghindari adanya penyimpangan,” sebutnya.

Contohnya, kata dia, SPBU harus melayani sesuai dengan jadwal dan tidak melakukan penimbunan termasuk membatasi layanan bila BBM masih ada.

Ditambahkan Kepala Dinas Perindagkop UKM PP Rahmad Madro SSos didampingi Kasat Pol PP Drs Bhakti Nadjamudin MSi dan Kabag Ops Polres Pagaralam Kompol Muzir Cika mengatakan, kondisi di tiga SPBU yang ada di Bumi Besemah sejauh ini pasokan BBM masih lancar dan pemantauan langsung ke lapangan guna mengetahui berapa jumlah dan kuota kebutuhan untuk Pagaralam.

“Sesuai data yang diperoleh, pasokan BBM di SPBU Perandonan sebanyak 15 ribu liter premium dan 5 ribu liter solar. Kemudian SPBU Simpang Manna sebanyak 15 ribu liter solar dan 30 ribu premium. Sedangkan untuk SBPU Karang Dalo sebanyak 10 ribu liter solar dan 15 ribu liter premium,” jelasnya seraya berujar kalau untuk pertamax masing-masing diberi jatah 5 ribu liter perbulan.

Kendati demikian lanjutnya, kebutuhan BBM untuk saat ini dalam ambang normal. Namun perlu diantisipasi bila terjadi kenaikan dan termasuk tidak menimbulkan dampak keresahan bagi masyarakat seperti kelangkaan, penimbunan dan termasuk penghambat penyaluran kepada masyarakat.

Ia berharap agar pasokan BBM tetap normal dan tidak dikurangi, mengingat masalah BBM menyangkut hajat hidup orang banyak. Apalagi di Pagaralam tengah menghadapi musim panen, sehingga kebutuhan bensin sangat penting untuk berbagai kegiatan termasuk mengolah hasil perkebunan.

“Pemerintah akan selalu berkordinasi dengan pihak Pertamina dan pemilik SPBU agar BBM tidak dikurangi,” katanya.

 

TEKS    : ANTONI STEFEN

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster