SP2J Dapat Kucuran Rp 38 Miliar

 306 total views,  2 views today

Kucuran dana sebesar Rp 38 miliar,  bukan untuk membayar gaji karyawan perusahaan. Aksi Demo karyawan SP2J di kantor DPRD kota Palembang, beberapa waktu lalu. Foto ; Bagus Kurniawan

Aksi Demo karyawan SP2J di kantor DPRD kota Palembang, beberapa waktu lalu. | Foto ; Bagus Kurniawan

PALEMBANG – PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), mendapatkan kucuran dana sebesar Rp 38 miliar. Dana tersebut, adalah dana penyertaan modal dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, untuk perusahaan plat merah yang tengah mengalami kesulitan keuangan tersebut.

Namun kucuran dana Rp 38 miliar ini, tidak sesuai harapan manajemen PT SP2J. Sebab perusahaan ini, sebelumnya mengajukan dana penyertaan modal Rp 60 miliar. “Kami hanya menyetujui setengahnya saja, karena melihat kemampuan keuangan Pemkot Palembang,” kata Ketua Komisi II DPRD Palembang, Aidil Adhari yang dibincangi, Selasa (26/8).

Apakah dengan kucuran dana tersebut, tunggakan gaji sopir dan pramugara Transmusi yang merupakan salah unit usaha PT SP2J bisa dilunasi ? ternyata tidak. Menurut Aidil, kucuran dana itu bukan untuk membayar gaji karyawan perusahaan itu.

Dana segar ini tegasnya, harus dimanfaatkan PT SP2J untuk menyelesaikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Borang yang pembangunannya baru selesai 70 persen.

“Dengan dana penyertaan modal ini, pembangunan PLTG Borang yang sempat terbengkalai bisa diselesaikan. Selain itu, dana ini bisa digunakan untuk membayar hutang PT SP2J kepada Bank Muamalat sebesar Rp 130 miliar, dalam pembangunan PLTG tersebut,” jelasnya.

Selain itu dewan juga menyetujui pemakaian dana tersebut, untuk membayar angsuran hutang pembelian Bus Rapit Transit (BRT) Transmusi di Bank Sumsel Babel sebesar Rp 35 miliar. “Jadi, dana itu tidak boleh dipakai untuk membayar tunggakan gaji karyawan,” tegasnya.

Sementara itu,  Direktur Utama (Dirut) PT SP2J, Marwan Hasmen yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui besaran dana penyertaan modal Pemkot Palembang untuk SP2J yang disetujui dewan.  “Kami belum tahu berapa besaran yang disetujui. Namun, kami tetap berharap penyertaan modal tersebut cair seluruhnya Rp 60 miliar,”harapnya.

Marwan mengaku, permohonan penyertaan modal Rp 60 miliar tersebut dibahas oleh Komisi II.  “Penyertaan modal itu akan kami peruntukkan membayar kredit mobil, bayar hutang di BSB, gaji karyawan dan perbaikan bus ,” jelasnya.

Dibincangi terpisah, Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo menyebut dana penyertaan modal itu diberikan oleh pemkot untuk meningkatkan kinerja perusahaan itu. “Penggunaanya, kita serahkan ke PT SP2J. Tunggakan gaji karyawan, harus dibayarkan karena itu hak mereka,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster