Pemprov Diminta Segera Bangun Musi IV

 305 total views,  2 views today

Lokasi pembangunan jembatan Musi IV yang mendapat penolakan dari warga setempat di 13 dan 14 ulu, Palembang. | Foto ; Bagus Kurniawan

Lokasi pembangunan jembatan Musi IV yang mendapat penolakan dari warga setempat di 13 dan 14 ulu, Palembang. | Foto ; Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Walaupun pembebasan lahan untuk pembangunan Jembatan Musi IV, terus mendapatkan penolakan oleh warga Kelurahan 13/14 Ulu, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang justru mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, untuk segera membangun jembatan tersebut.

Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo menyebut pembangunan jembatan tersebut akan tetap berjalan sesuai rencana. Menurut Harno,  pemkot sudah menyurati pemprov untuk segera membangun Jembatan Musi IV.

“Kita saat ini, terus melakukan sosialisasi dan melobi masyarakat yang lahannya terkena pembebasan untuk pembangunan Jembatan Musi IV,” kata Harojoyo yang dibincangi, Selasa (26/8).

Menurutnya, pemkot akan berusaha mencari solusi terbaik untuk menyikapi penolakan warga Kelurahan 13/14 Ulu yang enggan tanahnya dibebaskan untuk pembangunan jembatan tersebut. Ia menyebut, masyarakat diharapkan mengerti pentingnya jembatan itu mengingat kondisi lalu lintas di Palembang yang semakin macet.  “Kami akan ambil solusi terbaik, ganti rugi yang diberikan nantinya sesuai kesepakatan antara masyarakat dengan kita,” terangnya.

Harno mengakui, pembangunan Jembatan Musi IV saat ini masih terkendala dengan pembebasan lahan di Kelurahan 14 Ulu. Sementara untuk pembebasan lahan di kawasan Seberang Ilir, sudah selesai tanpa kendala. “Lurah dan camat, sudah kita instruksikan untuk ikut melobi masyarakat agar mereka mau tanahnya dibebaskan untuk pembangunan Jembatan Musi IV,” ujarnya.

Ditanya, apakah ia akan menemui warga, terkait sulitnya membebaskan lahan di kawasan itu, Harnojoyo menjawab, akan menyusun waktu yang tepat untuk menemui warga. “Insya Allah saya akan turun langsung, tinggal mencari waktu yang pas saja, tapi tim 9 Pemkot Palembang terus bekerja untuk pembebasan lahan,” jelasnya.

Sementara itu,  Usman (48), salah seorang warga Jalan KH Azhari, Kelurahan 14 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) I menyebut warga sudah berapa kali bertemu dengan tim dari Pemkot Palembang untuk membahas ganti rugi lahan namun sampai saat ini belum ada kesepakatan.  “Belum ada kesepakatan. Apakah ganti rugi lahan diberikan dalam bentuk uang atau lahan. Kami warga disini, masih merundingkan hal itu,” bebernya.

Menurutnya, apabila rencana tersebut tetap akan dilakukan pemerintah, maka banyak lokasi budaya yang hilang. “Kawasan yang akan dibangun merupakan situs budaya Palembang. Sampai sekarang, kami tidak ingin pembangunan dilakukan,” tukasnya.

 

TEKS           : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster