Pemkab Muba Usulkan Pemekaran Desa

 632 total views,  2 views today

Bupati Muba H Pahri Azhari menerima penghargaan Wahana Tata Nugraha di Surabaya. Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang m

Bupati Muba H Pahri Azhari

SEKAYU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba), mengajukan pembentukan Desa Suban Jaya, Kecamatan Batanghari Leko ke DPRD Muba, Selasa (26/8). Desa Suban Jaya sendiri, adalah desa hasil pemekaran dari Desa Sako Suban.

Bupati Muba, H Pahri Azhari menyebut pemekaran Desa Sako Suban menjadi dua desa tersebut, diperlukan untuk mendorong perkembangan dan kemajuan Kabupaten Muba dan Kecamatan Batanghari Leko.

Selain itu terang Pahri, pemekaran tersebut juga atas usulan masyarakat. Masyarakat Desa Sako Suban mengusulkan dibentuknya Desa Suban Jaya, sebagai pemekaran dari Desa Sako Suban.

Dari aspirasi masyarakat itu, pemkab kemudian mengkajinya dan menganggap perlu dilakukan pemekaran untuk mempercepat penyelenggaraan  pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan memperhatikan kemampuan ekonomi potensi daerah, sosial budaya, jumlah penduduk, luas wilayah, kemampuan keuangan, serta tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Dengan memperhatikan rentang kendali penyelenggaraan pemerintah, dan meningkatkan beban tugas atau volume kerja dalam pemerintahaan di Kecamatan Batanghari Leko, perlu dilakukan pemekaran Desa Sako Suban dan membentuk Desa Suban Jaya,” sebut Pahri.

Menurut Pahri,  pembentukan Desa Suban Jaya ini juga atas pertimbangan politis. Desa ini sebutnya, berbatasan dengan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus terutama sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat.

“Selain itu, desa ini termasuk dalam katagori desa tertinggal yang sudah ditetapkan untuk dikeluarkan dari status desa tertinggal, sesuai dengan Keputusan Bupati Muba Nomor 555 tahun 2012,” bebernya.

Selain Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pemekaran Desa Sako Suban dan pembentukan Desa Suban Jaya, DPRD Muba juga membahas dua raperda yang diajukan Badan Legislasi (Banleg) DPRD Muba yakni Raperda tentang Nama-Nama Jalan dan Raperda tentang Area Resapan Air (Alih Fungsi Lahan) untuk Pembangunan.

“Raperda tentang Nama-Nama Jalan dibutuhkan, karena jalan merupakan salah satu prasarana dalam pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa, wilayah negara dan fungsi masyarakat serta dalam memajukan kesejahteraan umum,”  kata Ketua Banleg DPRD Muba, Zulfahmi ZA.

Sementara Raperda tentang Area Resapan Air (Alih Fungsi Lahan) untuk Pembangunan jelasnya, dibutuhkan untuk  mengantisipasi hilangnya daerah resapan air akibat pertumbuhan penduduk yang sangat pesat.

 

TEKS          : BAGUS SANTOSA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster