BBM Mulai Langka, Antrian Panjang Disejumlah SPBU

 587 total views,  2 views today

Antrian kendaraan di salah satu SPBU di jl. Demang Lebar Daun, Palembang. Foto ; Bagus Kurniawan

Antrian kendaraan di salah satu SPBU di jl. Demang Lebar Daun, Palembang. Foto ; Bagus Kurniawan

PALEMBANG – Pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dilakukan pemerintah mulai berimbas ke beberapa daerah di Sumsel.  Berdasarkan pantauan dilapangan beberapa SPBU di Kota Palembang mulai dipadati antrian pengendara motor dan mobil untuk mengisi bahan bakar. Bahkan ada sebagian SPBU yang tidak menyediakan premium dan solar bersubsidi dan hanya menyediakan bio solar non subsidi dan pertamax plus.

Suparmanto salah seorang warga palembang mengaku, dirinya terpaksa mengisi BBM jenis pertamax karena untuk mengisi premium terjadi antrian yang panjang. “Saya sudah keliling mencari beberapa SPBU ternyata antrian yang terjadi cukup panjang, sehingga saya terpaksa mengisi pertamax untuk motor saya,”ungkapnya.

Bahkan kata dia, seperti di SPBU Demang Lebar Daun banyak truk yang antri hingga memakan badan jalan. “Kalau mau ikut-ikutan antri bisa-bisa waktu kita habis di pom bensin saja bisa berapa jam,”kata dia.

Bukan hanya di palembang kelangkaan juga terjadi di Kota Lahat  seperti yang terjadi di SPBU Kota Raya Kecamatan Kota Lahat, bahkan kebanyakan kedaraan yang antri BBM ini merupakan truk batubara. “Saya bingung mengapa yang antri truk semua,” ujar salah seorang pengemudi yang ikut antri.

Menyikapi hal tersebut Senior Supervisor Eksternal Relation Pertamina Pemasaran Daerah Operasi II Alicia Irzanova mengakui, saat ini memang ada pembatasan pengiriman BBM bersubsidi ke SPBU. Sehingga sempat terjadi kekosongan BBM pada sebagian SPBU untuk wilayah Palembang. Namun kata dia, masyarakat tidak perlu khawatir karena stok BBM untuk wilayah Palembang aman ketersediaannya.

“Pembatasan BBM bersubsidi diperlukan untuk menjaga kuota yg ditetapkan pemerintah. Tujuan tak lain untuk mencukupi stok hingga akhir tahun. Intinya konsumen tidak perlu khawatir mengenai stok BBM,” ujar Alicia.

Dikatakannya, mengenai banyaknya truk yang antri BBM pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan atau melarangnya. Sebab Pertamina hanya memiliki kewenangan dan regulasi pendistribusian dan mengatur persediaan.

Harusnya kendaraan yang digunakan untuk keperluan industri, dilarang untuk membeli solar bersubsidi. Namun kemungkinan pemilik SPBU tidak bisa melarang, karena truk tersebut dalam keadaan kosong alias tidak membawa muatan. Sehingga dianggap kendaraan milik perorangan. “Kami tidak bisa melarang, kecuali ada aturan yang dibuat pemerintah daerah setempat,” ujar Alicia.

Dia juga menghimbau, kepada masyarakat yang mampu, untuk mulai beralih ke BBM non subsidi seperti pertamax. Karena kondisi BBM bersubsidi yang belum terisi di sejumlah SPBU di Palembang merupakan dampak dari pengaturan kuota yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Kita telah menyediakan banyak stok pertamax dan pertamina dex di sejumlah SPBU.Dapat dipastikan BBM itu tidak akan kosong,” katanya.

Dia mengatakan, saat ini pihaknya telah meningkatkan stok pertamax hingga 100 kali dari konsumsi harian di Palembang. Munurutnya, konsumsi pertamax di palembang sebanyak 21.000 liter per hari dan pertamina dex sebanyak 1.000 liter per hari.

“Stock kita banyak dan diyakini tidak akan kekurangan, jadi bagi masyarakat yang berkecukupan dianjurkan untuk pindah ke pertamax,” ucapnya.

Dikatakannya, saat ini telah ada pengurangan premium bersubsidi hanya nilainya tergolong kecil, yaitu 5% dari penyaluran normal. “Itu pun kami pilih di lokasi yang konsumennya beragam sehingga bisa menggunakan BBM non subsidi,” katanya.

 

TEKS    : ROMI MARADONA

EDITOR   : IMRON SUPRIADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster