Tarif Air Bersih Bakal Naik Dari 10-20 Persen

 333 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Dalam waktu dekat,  Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi, akan menaikkan tarif dasar air bersih. Hal itu dilakukan, untuk menutupi semakin tingginya biaya produksi dan operasional.

Dirut PDAM Tirta Musi, Cik Mit mengatakan kenaikan itu dilakukan untuk menyesuaikan terkait adanya kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) oleh PT PLN. Menurutnya, apabila PDAM tidak menaikkan tarif, maka perusahaan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang itu,  akan mengalami defisit.

“Rencana kenaikannya antara 10-20 persen. Itu berlaku untuk semua golongan pelanggan. Mulai dari rumah sederhana hingga perusahaan. Nanti akan disesuaikan,” kata Cik Mat, belum lama ini.

Cik Mit mengaku, saat ini pihaknya tengah mengkaji dan mempelajari kenaikan TDL tersebut. Karena sebutnya, kenaikan juga harus disesuaikan dengan kemampuan sambungan langganan (SL) dan beban produksi perusahaan. “Agustus ini sudah mulai dikaji, hasilnya akan dilaporkan ke pemkot dan DPRD Kota Palembang,” jelasnya.

Cik Mit menyebutkan, sejak diberlakukannya TDL baru, pengeluaran PDAM untuk membayar biaya listrik mencapai Rp 4 miliar per bulan. Sementara, sebelum naik hanya di kisaran Rp 3,6 miliar per bulan. “Penambahan pengeluaran cukup tinggi yakni, Rp 400 juta per bulan. Makanya kenaikan harus dilakukan, tapi tidak memberatkan antara perusahaan dengan pelanggan,”sebutnya.

Cik Mit menghimbau, kepada 240 ribu pelanggan PDAM di Palembang dapat menghemat penggunaan air bersih, dalam kebutuhan sehari-hari sehingga biaya produksi tidak tinggi.” Dengan melakukan efisiensi, apabilan tarif dasar air mulai diberlakukan, dampaknya tidak begitu dirasakan pelanggan,” ulasnya.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang pelanggan PDAM Tirta Musi, Maryati (46) mengaku, tidak akan merasa keberatan, apabila pihak PDAM ingin menaikan tarif dasar air bersih. Namun, diharapkan pelayanan kepada pelanggan lebih maksimal.

“Harus disesuaikan juga dengan pelayanan. Karena di tempat saya tinggal air, bersih hanya mengalir enam jam, kalau bisa dijadikan 24 jam seperti kawasan lainnya,” harap warga Kertapati ini.

Selain itu sambung ibu tiga orang anak ini, pelayanan PDAM belum maksimal. Misalnya, air tidak mengalir tanpa pemberitahuan lebih dahulu. “Belum lama ini, dua hari air tidak mengalir. Kami kan jadi bingung, padahal kami selalu bayar tepat waktu. Intinya pelayanan harus lebih baik lagi kedepannya, karena air bersih merupakan kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster