Harga Daging Sapi Turun

 357 total views,  2 views today

Ilustrasi Daging Sapi | Dok KS

Ilustrasi Daging Sapi | Dok KS

PALEMBANG – Setelah mengalami kenaikan menjelang Idul Fitri dan usai Idul Fitri lalu, harga daging sapi di Palembang mulai mengalami penurunan. Sebelumnya harga daging mencapai Rp 130 ribu per kilogram (Kg), saat ini harganya dikisaran Rp 100-105 ribu per Kg.

Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar 7 Ulu, Puadi mengaku, harga daging sapi sudah mulai turun semenjak tiga hari belakangan. Tapi sebutnya, harga di masing-masing pedagang tidak sama. “Perbedaan harganya tidak jauh, yakni antara Rp 3 ribu-Rp 5 ribu per kg,” ungkapnya saat dibincangi di tempatnya berdagang, Minggu (24/8).

Menurut Puadi, harga daging tidak bisa diprediksi kapan naik dan turunnya. Karena, apabila kebutuhan masyarakat tinggi, maka secara otomatis harga ikut naik.  “Kemungkinan kembali naik ada, tergantung permintaan konsumen. Contohnya ketika mau lebaran, harga naik mencapai 30 persen. Nah untuk sekarang karena sudah sekitar sebulan usai lebaran, harga mulai normal lagi,” ujarnya.

Pedagang daging sapi lainnya, Muslimin mengatakan, penyebab naiknya harga daging sapi karena agen menaikkan harga, akibat rumah Potong Hewan (RPH) memotong sapi dalam jumlah terbatas. “Biasanya agen menaikkan harga, dan kenaikkan juga tanpa pemberitahuan. Akibatnya pengecer juga menaikkan menaikkan harga. Karena apabila tidak naik, kami rugi,” akunya.

Muslimin mengaku, sebagai pedagang, ia menginginkan harga serendah-rendahnya. Karena, penjualan tidak akan susah. “Kalau harga tinggi, peminat daging sapi menurun drastis, contohnya jelang lebaran lalu. Akibat harga naik,  penjualan menurun hingga 60 persen. Jadi lebih baik harga turun,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Palembang, Juni Haslani mengatakan, penurunan harga itu, dikarenakan permintaan sudah stabil.

“Lebaran kan sudah lama usai. Begitu juga dengan acara nikahan maupun khitanan sudah normal. Tidak banyak lagi, kalau H+7 lebaran, masih banyak yang gelar acara. Sekarang sudah normal,” terang Juni saat dihubungi,  kemarin.

Juni menambahkan, kenaikan dan penurunan harga sudah biasa terjadi. Karena, sebutnya hal tersebut sudah menjadi hukum  pasar. Apabila permintaan tinggi, maka harga akan naik. “Kami menghimbau kepada masyarakat Palembang, agar tidak membeli kebutuhan pokok dalam jumlah besar. Sehingga stok tetap aman dan harga tetap stabil,” tukasnya.

 

TEKS          : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster