Pemohon Kartu Kuning Melonjak

 314 total views,  2 views today

PALEMBANG – Dibukanya seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun ini di sejumlah kabupaten/kota di Sumsel, berimbas pada peningkatan pembuatan kartu pencari kerja atau AK 1 yang sering disebut juga sebagai kartu kuning di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang.

Kepala Disnaker Palembang, Gunawan menyebut, dalam dua pekan terakhir permohonan untuk kartu AK 1 ini melonjak tajam jika dibandingkan hari-hari biasa. Menurutnya, sudah ada 3000 lebih permohonan untuk pembuatan kartu itu.

“Ini jauh meningkat dibandingkan hari biasa, biasanya hanya 20 sampai 25 permohonan perhari. Namun saat ini, perharinya ada 200 sampai 250 permohonan,” kata Gunawan yang dibincangi, Jumat (22/8).

Menurut Gunawan, peningkatan pembuatan AK 1 tersebut dikarenakan adanya rekrutmen CPNS di tahun ini. “Setiap menjelang seleksi CPNS, memang ada peningkatan permohonan pembuatan kartu AK 1. Itu karena salah satu syarat untuk pelamar, harus menyertakan kartu tersebut,” jelas Gunawan.

Kondisi ini sangat disayangkan Gunawan, harusnya kata dia, pencari kerja sudah jauh-jauh hari membuat kartu tersebut bukan hanya menjelang adanya seleksi CPNS. Sehingga, tidak terjadi atrian dalam pengurusannya.

“AK 1 itu berlaku dua tahun. Artinya, tidak kadaluarsa. Apabila ada penerimaan kerja, pencari kerja sudah siap jangan menunggu ada seleksi CPNS atau lainnya baru membuatnya. Jika sudah  begini, antrian bakal panjang. Staf kita terpaksa bekerja sampai subuh, untuk menyelesaikan permohonan tersebut,” ucapnya.

Gunawan menyebutkan, dalam mengurus AK 1 tidak lama yakni hanya butuh waktu lebih kurang 30 menit. Namun karena banyaknya permohonan yang masuk, terpaksa harus menunggu lebih lama. “Permohonan yang masuk banyak, sementara staf kami terbatas. Yah terpaksa menunggu lama. Dalam mengurus AK 1, tidak dikenakan biaya alias gratis,” bebernya.

Ia menjelaskan, dari 3 ribu permohonan pembuatan AK1, yang paling mendominasi dari berasal dari pendidikan strata satu (S1). Gunawan menambahkan, dari 3 ribu pencari kerja yang buat AK1 tersebut, tidak semuanya tidak bekerja. “Ada yang sudah bekerja, tapi mereka ingin mencari karir yang lebih baik, seperti PNS dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” ulasnya.

Sementara itu, salah seorang pemohon AK 1, Dian Ayu (22) mengatakan, ia membuat AK 1 untuk keperluan mendaftar CPNS dan mendaftar di perusahaan swasta lainnya. “Sekarang sudah sepi, tidak terlalu ramai. Kalau minggu lalu masih ramai, jadi saya baru buat hari ini (kemarin),” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

 

EDITOR         : DICKY WAHYUDI

kartu pencari kerja atau AK 1





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster