2016, Jembatan Layang Lematang Direalisasikan

 816 total views,  2 views today

Ilustrasi Jembatan Layang | Ist

Ilustrasi Jembatan Layang | Ist

PAGARALAM – Pembangunan Jembatan Layang Lematang Indah, yang merupakan kawasan wisata dan pintu masuk ke Bumi Besemah, sebentar lagi dapat direalisasikan sekitar tahun 2016 melalui dana APBN sebesar Rp 280 miliar. Hal itu dikemukakan Wali Kota Pagaralam, dr Hj Ida Fitriati Basjuni M Kes, didampingi Kepala Bappeda Ir Zaitun dan Kepala PU Ir Sunarto Rohim, Jumat (22/8).

Menurut Ida, guna mendukung realisasi pembangunan jembatan layang Lematang, sejauh ini tengah menunggu penyelesaian pembebasan lahan, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Detail Eengenering Design (DED).

“Ya, untuk pembebasan lahan dan kajian amdal menjadi tugas pemerintah kota, sedangkan penyelesain DED sudah dianggarkan pihak pemerintah pusat senilai Rp 6 miliar,” kata Ida seraya berujar saat ini kami sudah melakukan pendataan terhadap 4 warga pemilik lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan jembatan layang tersebut.

Dikatakannya, kalau program dimaksud menggandalkan anggaran pemerintah daerah, tentunya tidak akan mampu merealisasikan jembatan tersebut. Mengingat kondisi pendanaannya cukup besar dan kebutuhan lain masih cukup banyak.

“Meski begitu, kita akan upayakan meminta bantuan dari pusat untuk mendukung pembangunan beberapa potensi daerah, baik pusat olahraga (sport center), jalan dan termasuk jembatan layang di Lematang maupun Endikat,” ujarnya.

Ucapnya, untuk persiapan berbagai fasilitas pendukung dimaksud diprogramkan tidak lain untuk menunjang kebutuhan masyarakat. Terutama kawasan wisata Kota Pagaralam yang menjadi andalan Sumsel.

“Jika ada pengembangan wilayah Provinsi di Sumsel nanti, tentunya Kota Pagaralam sudah siap untuk menjadi ibu kota provinsi, karena fasilitas yang ada sudah tersedia seperti bandara dan termasuk infrastruktur lainnya,” kata Ida.

Sejauh ini sambungnya, kondisi jembatan lama dinilai kurang efektif dalam menunjang roda perekonomian dan lainnya. Sementara jika pembangunan jembatan layang dapat direalisasikan, tentunya semakin mempermudah kedatangan para wisatawan untuk masuk ke kota ini.

“2015, kita targetkan bisa dimulai. Apalagi, jalur ini memiliki medan yang sulit dan cukup tinggi. Termasuk pula jalan curam dan berliku, berikut jarak tempuh yang jauh, sehingga kondisi ini dinilai kuarang efektif dalam menarik minat wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh Bumi Besemah,” terangnya seraya berujar, Pemerintah Kota Pagaralam akan bekerja sama dengan Pemerintah Pusat untuk membangun jembatan layang.

Kata Ida, saat ini wisatawan yang masuk ke Kota Pagaralam tergolong menurun. Karena jarak tempuh dan kondisi akses jalan yang curam juga berliku hingga menguranggi minat pengunjung untuk datang kembali setelah melintas di jalur tersebut.

Meski begitu, dalam waktu dekat ini Pemkot bekerja sama dengan pihak pemerintah pusat akan membangun jembatan layang dikawasan Liku Endikat dan Lematang Indah.

“Ya, rencananya jembatan tersebut akan dibangun sepanjang 300 meter, sehingga jarak tempuh antara Pagaralam-Lahat dapat lebih singkat atau sekitar 30 menit saja. Semua ini kita upayakan selain memperpendek jarak tempuh, termasuk pula menarik minat pengunjung agar dapat megetahui lebih jauh lagi kondisi alam Pagaralam,” jelasnya.

Kendati demikian, kondisi jalan lintas Pagaralam-Lahat sejauh ini dalam kondisi baik. Namun ada beberapa titik jalan, dinilai cukup ekstrim dengan tepian jalan banyak terdapat jurang cukup dalam. Seperti dikawasan Liku Endikat dan kawasan objek wisata Lematang Indah.

“Bila pembangunan jembatan layang tereralisasi, maka kondisi jalan berliku akan terpotong dan jarak tempuh akan lebih pendek,” ujarnya.

Ia berharap agar program ini dapat terwujud dengan baik demi kepentingan bersama untuk kemajuan pariwisata Pagaralam. Sebelum action physics (pembangunan) diterapkan, pihak Dirjen Bina Marga sudah melakukan study kelayakan dan UKL UPL terhadap jalan negara dimaksud untuk lokasi pembangunan jembatan.

“Survei terhadap pembangunan Jembatan Lematang Indah sudah dilakukan mengingat jalur tersebut melewati dua daerah yakni Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat,” tutupnya.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN
EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster