Sudah Ditetapkan 2013, Tersangka Korupsi Jalan TAA-Sungsang tak Kunjung Dilimpahkan ke Pengadilan

 305 total views,  2 views today

 

ilustrasi

Ilustrasi | Ist

BANYUASIN – Penyelidikan kasus dugaan korupsi pengerasan Jalan Tanjung Api-Api (TAA) menuju Sungsang tahap dua dengan anggaran Rp 1.974.997.000, yang dikerjakan  tahun 2010 lalu oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Banyuasin, penyidikannya terkesan mandek.

Pasalnya meskipun Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalan Balai, telah menetapkan tersangka dalam kasus itu, sejakl satu tahun lalu namun sampai saat ini kasus tersebut belum kunjung disidangkan di pengadilan.

Ketua LSM Pengabdian Putra Bangsa, Mulyadi , kemarin, mengatakan, kurang lebih setahun yang lalu, Kejari Pangkalan Balai telah menetapkan tiga tersangka yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi Jalan Sungsang. Namun hingga saat ini, belum dilakukan pelimpahan berkas ke Pengadilan Negeri (PN) Sekayu.

“Karenanya kami menilai, penyidikan kasus ini jalan ditempat. Sebab tidak ada kelanjutannya lagi, padahal tersangkanya sudah ditetapkan sejak satu tahun lalu walau pun identitas tersangkanya di rahasiakan oleh Kejari,” jelas Mulyadi, Kamis (21/8).

Harusnya sebut Mulyadi, jika memang Kejari Pangkalai Balai serius memberantas kasus korupsi di Banyuasin, tiga tersangka yang sudah ditetapkan tersebut berkasnya sudah dilimpahkan ke pengadilan. “Kami minta Kejari, secepatnya menuntaskan kasus ini,” harapnya.

Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalan Balai, Suwito SH saat dikonfirmasi melalui Kepala Seksi (Kasi) Intel, M Iqbal membantah jika kasus tersebut penyelidikannya mandek. Saat ini jelasnya, penyidik masih melengkapi berkas.  “Begitu semuanya sudah selesai, kita akan limpahkan ke pengadilan. Insya Allah, dalam waktu dekat berkas kasus ini segera kita limpahkan,” janjinya.

Iqbal membenarkan, Kejari sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara miliaran rupiah tersebut. Tiga tersangka tersebut beber Iqbal, duanya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan satu tersangka lagi adalah kontraktor yang mengerjakan pembangunan jalan tersebut.  “Namun nama maupun inisial mereka, belum bisa kami publikasikan ke masyarakat untuk kepentingan penyelidikan,” ujarnya.

Menurutnya, tiga tersangka itu diduga kuat terlibat merugikan negara. Dalam pembangunan jalan tersebut, diduga terjadi mark up. “ “Terjadi ketidak sesuaian antara rancangan dengan fisik proyek,” ungkapnya.

Kejari saat ini jelas Iqbal, masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), untuk mengetahui besarnya kerugian negara dalam kasus tersebut. ” Insya Allah satu atau dua bulan ke depan, sudah bisa disidangkan,” katanya.

Ia menambahkan, penyidik sudah memeriksa sejumlah saksi diantaranya pejabat di Dinas PU BM Banyuasin dan Direktur CV Delima Indah, AF. “Berdasarkan Rancangan Anggaran Biaya (RAB), proyek pengerasan jalan itu dibangun sepanjang 1,620 kilometer (Km) dengan ketebalan 30 cm dan lebar 5 meter. “Namun ada ketidak cocokan antara RAB, dengan volume di lapangan,” tukasnya.

TEKS          : DIDING KARNADI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster