Pengusaha Ekspedisi Tewas Terjerat Tali Tambang

 325 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Diduga telah dibunuh, pengusaha ekspedisi ditemukan tewas terjerat tali tambang, di Komplek D Parkiran Bandara Sultan Mahmud Badarudin 2 Palembang, Rabu (20/8) siang, pukul 09.00 WIB.

Jasad pria malang yang belakangan diketahui bernama Efendi (34), pertama kali ditemukan oleh Olis (25), yang merupakan pegawai korban sendiri, korban ditemukan terjerat tali di dalam mobil Honda City BG 1650 QO.

Begitu menemukan Efendi tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan, keluarga Efendi tak kuasa menahan tangis. Mereka tak kuasa mendekat keberadaan tubuh Efendi karena dihalangi aparat kepolisian.

Pihak keluarga yang enggan berkomentar selanjutnya mengiringi jenazah yang diangkut menggunakan mobil forensik Polresta Palembang menuju Kamar Mayat Rumah Sakit Muhammad Husin (RSMH) Palembang.

Sebelum berhasil ditemukan, pengunjung bandara sempat dibingungkan dengan aroma tak sedap seperti aroma bangkai. Aroma tak sedap itu sudah tercium dari masjid bandara, yang terletak sekitar 30 meter dari lokasi penemuan mayat.

“Kami mencium aroma tidak sedap, seperti bau bangkai. Namun, saat dicari, tidak ditemukan orang ataupun binatang yang mati,” kata salah satu pengunjung bandara.

Di saat pengunjung bandara mencium aroma busuk, Olis datang mencari atasanya bernama Efendi. Ia mendatangi bandara atas perintah anak Efendi yang cemas karena ayahnya sudah dua hari tidak pulang ke rumah.

“Saya lalu bertemu dengan polisi bandara. Kami bersama-sama mencari keberadaan pak Efendi,” kata Olis.

Olis dan polisi akhirnya menemukan keberadaan mobil Efendi di Parkir D. Begitu dilihat, Efendi Sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi miris. Terlihat, tali tambang melingkar di lehernya.

Dari keterangan Olis, Efendi diketahui salah satu pengusaha ekspedisi bernama CV Mirasa. Menurut keterangan keluarga Efendi, Efendi dikabarkan masuk ke Bandara SMB Senin (18/8) malam dan tidak kunjung pulang hingga akhirnya ditemukan tewas.

“Saya disuruh mencari karena kediaman saya dekat dengan bandara, sementara keluarga korban ada di Kertapati,” kata Olis.

Kapolsekta Sukarami, Palembang, Kompol Imam Tarmudi, mengatakan pihaknya masih mendalami modus yang dilakukan pelaku. Saat ini, jenazah Efendi sudah dievakuasi ke Kamar Mayat RSMH Palembang.

“Kita tunggu hasil visum dari pihak forensik. Kita juga akan mengambil keterangan pihak bandara, keluarga, dan saksi di lapangan,” kata Imam.

Terpisah, Zulfahmi selaku General Manager PT Angkasa Pura 2 Palembang mengaku baru mengetahui kejadian ini dari aparat kepolisian. Ia memastikan, korban bukan pegawai PT Angkasa Pura ataupun pihak bandara.

“Kita serahkan seluruhnya ke aparat kepolisian karena mereka yang berwenang mengurusnya. Kita tadi sudah membantu dengan menerjunkan aparat bandara ke lokasi kejadian,” kata Zulfahmi.

 

TEKS   : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster