Gresik Gulung SFC, Peluang SFC Lolos 8 Besar Kian Sulit

 329 total views,  2 views today

Kone Cs yakin bisa menghapus tradisi tak pernah bisa meraih poin penuh di markas persijap. | Foto : Iwan Cheristian

Ilustrasi SFC | Foto : Iwan Cheristian

PALEMBANG – Sriwijaya FC kembali menuai hasil minor setelah dilibas Gresik United 3-0 dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014, di stadion Petrokimia, Gresik, kemarin malam. Tiga gol yang bersarang di gawang Selsius Gebze diciptakan Otavia Dutra dimenit 14, Shohei Matsunaga menit 34, dan gol ketiga dilesakkan Pedro Javier pada menit 38  lewat titik penalti.

Kekalahan ini membuat peluang Laskar Wong Kito menuju babak delapan besar semakin sulit. Kemungkinan yang bisa diharapkan SFC hanya menyudahi tiga sisa pertandingan dengan hasil maksimal 12 poin. Itu pun berharap tim pesaing  Persija Jakarta yang saat ini berada di peringkat empat klasemen sementara, tergelincir di dua sisa laganya,  menghadapi Barito Putera (home) dan Semen Padang (away). Hitung-hitungan poin, Persija saat ini mengoleksi 30 poin, jika dua sisa laga nanti gagal meraih hasil sempurna, maka Ramdani Lestaluhu Cs terhenti di poin 30. Sementara SFC sendiri baru mengumpulkan 23 poin, bila mampu menyapu bersih tiga laga tersisa, maka poin maksimal yang akan ditorehkan Asri Akbar Cs sebanyak 32 poin.

Hasil ini juga membuat SFC tertahan di peringkat enam dengan 23 poin. Sedangkan Gresik United mampu keluar dari zona degradasi klasemen wilayah barat. Kemenangan ini mengangkat posisi anak asuh Angel Alfredo Valazquez ke peringkat sembilan klasemen usai mengoleksi nilai 17, menggusur Persita Tangerang dengan keunggulan dua angka.

Usai laga, pelatih SFC Subangkit mengatakan, gol cepat dari Gresik United membuat mental anak asuhnya menurun. Meski di babak kedua tampil agresif, namun akibat absennya sejumlah pemain depan membuat penyelesaian akhir tidak maksimal.

“Setelah gol Dutra, mental bertanding pemain jatuh, tidak pede dan tidak ada pressure. Babak kedua tidak ada penyelesaian walau kita menguasai pertadningan. Peluang lolos ke babak delapan besar memang sulit, tapi kita akan tetap berusaha dan meningkatkan motivasi pemain sebelum lawan Arema,” kata Subangkit.

Dalam laga semalam, Gresik United menurunkan skuat terbaik untuk melepaskan diri dari ancaman degradasi. Sedangkan Sriwijaya FC mengandalkan Rishadi Fauzi untuk menjebol gawang tuan rumah akibat absennya sejumlah pemain di barisan depan.

Kedua kubu  memperagakan permainan terbuka sejak peluit dibunyikan wasit.  Namun belum lama pertandingan berjalan,  kubu tuan rumah bersorak kegirangan pada menit 14. Otavia Dutra  yang berdiri bebas menerima umpan sundulan dari Sayuti  dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang Selius Gebze.

Sriwijaya FC mencoba merespon, dan mendapaat peluang lewat tendangan bebas Frank Ongfiang di menit ke-32. Tapi dua menit berikutnya, justru Gresik United yang menggandakan keunggulan lewat sontekan Shohei Matsunaga. Pemain asal Jepang ini menyambut bola muntah tendangan David Faristian dari luar kotak penalti yang membentur mistar gawang.

Gresik United makin di atas angin setelah unggul dua gol. Tuan rumah akhirnya memperbesar keunggulan melalui eksekusi penalti Pedro Javier di menit ke-38. Hadiah penalti diberikan wasit menyusul pelanggaran handsball Siswanto di kotak terlarang. Skor 3-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, pelatih Subangkit menarik keluar Frank Ongfiang yang memang belum kondisi fit digantikan Rizky Ramadhana. Defisit 3-0 dari tuan rumah, SFC mencoba lakukan serangan cepat untuk mengejar ketertinggalan. Namun pertahanan solid yang diterapkan lini belakang Gresik membuat SFC kehilangan cara untuk menembus pertahanan. Justru, tuan rumah memanfaatkan kelemahan organisasi transisi dari tim tamu dengan melakukan serangan balik cepat. Namun Gresik belum juga bisa menambah pundi gol nya.

Setelah tidak berhasil menambah gol, Gresik United mulai menurunkan tempo permainan memasuki menit ke-70 untuk mempertahankan keunggulan. Kondisi ini dimanfaatkan Sriwijaya FC guna mengejar ketertinggalannya.

Tapi kokohnya tembok pertahanan Gresik United membuat pemain SFC kesulitan mendekati kotak penalti. Penggawa tim tamu lebih sering melepaskan tendangan dari luar kitak penalti yang tidak menemui sasaran.

Pada menit ke-77, peluang diperoleh Vendry Mofu, tapi tendangan bebasnya masih mengarah ke kiper Heri Prasetyo. Sedangkan tendangan bebas M Hamzah selang satu menit kemudian melambung di atas mistar. Peluang emas didapat Gresik United pada menit ke-83, namun sepakan Shohei Matsunaga sedikit di luar kotak penalti dapat diamankan Selsius. Skor 3-0 menutup pertandingan di Gresik.

 

TEKS : IQBAL

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster