Gerebek Toko Manisan, Polisi Temukan Ribuan Slop Rokok Palsu

 390 total views,  2 views today

Ilustrasi Rokok

Ilustrasi Rokok

PALEMBANG I KS – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel), berhasil menggrebek distributor toko manisan yang menyimpan 2.824 Slop rokok palsu merk Gess, Selasa (19/8) pukul 13.30 WIB.

Selain menyita ribuan slop rokok palsu yang harga totalnya mencapai Rp140 juta, dari pengerebekan yang dilakukan di Toko Manisan Ali, yang berlokasi di Jalan Kapten Abdullah, Kecamatan Plaju Palembang itu, seorang pria bernama Miming (33), juga berhasil diamankan di lokasi penggerebekan.

Dikatakan Miming, dirinya hanya ditugaskan mengantar rokok Gess ke toko-toko yang sudah memesan. Satu kali mengantar, dirinya diupah Rp50 hingga Rp100 ribu. Dalam mengantar, ia pergi sendirian. “Yang menyuruh saya Ll (DPO) dan sudah lima kali mengantar ke Toko Ali. Mobil yang saya gunakan Mitsubishi L300 boks milik Ll,” kata Miming, Rabu (20/8) kemarin.

Namun, saat ditanya di mana pabrik rokok Gess palsu ini, Miming diam. Ia hanya berkata disuruh Ll dan enggan mengatakan di mana pabrik rokok Gess palsu ini beroperasi. “Saya hanya mengantar. Seluruhnya yang mengurus Ll,” kata pria yang ngakunya tinggal di Baturaja, Sumsel ini.

Dari pantauan, rokok Gess palsu ini memasang pita cukai palsu. Kertasnya mudah luntur dibanding kertas cukai yang asli. Selain itu, jumlah batang rokok yang tertera pada pita cukai berlainan dengan jumlah rokok yang tertera di kemasan.

Di cukai tertera 16 batang, dan di kemasan 20 batang. Dibandingkan dengan Gess yang asli, banyak perbedaan dengan Gess palsu. Selain cukai, kadar tar dan nikotin di Gess palsu juga berbeda dengan Gess yang asli.

Pada kemasan Gess palsu, nikotin tertera sebanyak 0,8 miligram dan tar sebanyak 14 miligram. Padahal, di kemasan yang asli tertera 0,7 miligram dan tar 11 miligram.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit I, AKBP Suhasto, mengatakan akan lebih mendalami pemeriksaan terhadap Miming. Mulai dari lokasi pabrik, lokasi toko yang dikirimi rokok, dan pemilik rokok palsu ini. Diduga, pemilik rokok palsu ada di Palembang.

“Penggerebekan ini bermula dari laporan pemilik rokok yang asli di Kediri akan adanya rokok Gess palsu di Palembang. Kita langsung mendatangi toko yang akan dikirimi toko dan informasi itu benar adanya,” kata Suhasto.

Saat dilakukan penggerebekan, jelas Suhasto, petugas mendapati rokok Gess palsu disimpan di dalam kamar anak pemilik toko. Rokok disimpan terpisah dengan rokok lain dan disimpan di dalam kardus rokok yang bukan merk Gess.

Ali selaku pemilik toko sudah dimintai keterangan sebagai saksi. Kuat dugaan, Ali sudah tahu rokok yang ia jual palsu namun tetap diperjualbelikan.

“Usai tahap awal pemeriksaan, Miming akan kita limpahkan ke bea cukai karena mereka yang berhak melakukan penyidikan. Namun, kasus ini akan kita arahkan juga ke undang-undang konsumen,” pungkas Suhasto.

 

TEKS    : Oscar Ryzal

EDITOR  : SARONO P SASMITO

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster