Empat Lawang Kekurangan Penyuluh

 293 total views,  2 views today

 

EMPAT LAWANG – Kabupaten Empat Lawang, saat ini masih kekurangan petugas lapangan penyuluh pertanian, perikanan, perkebunan dan peternakan. Data Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan (BP2KP), saat ini ada 102 petugas penyuluh di Empat Lawang.

Idealnya menurut Kepala DP2KP Empat Lawang, H Fadhilah Marik, setiap desa memiliki satu petugas penyuluh. Sementara di Empat Lawang, ada 150 desa. Artinya, ada desa yang saat ini yang tidak memiliki petugas penyuluh.

“Dari 102 petugas penyuluh tersebut,  76 nya berstatus PNS. Sisanya 16 orang berstatus Tenaga Harian Lepas (THL) dan 10 orang tenaga swakarya atau pemberdayaan ketua kelompok tani senior,” terang Fadhilah.

“Ya masih kurang, harusnya kita butuh minimal satu desa satu penyuluh. Itupun setiap penyuluh wajib memahami semua bidang baik pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan ketahanan pangan,” ungkap Fadhilah, Rabu (20/8).

Ia mengaku tidak tahu, apakah dalam penerimaan CPNS di Kabupaten Empat Lawang tahun ini, ada formasi untuk petugas penyuluh tersebut. Namun ia yakin, Pemkab Empat Lawang sudah mengajukan itu.

Kalau pun belum jelasnya, itu harus menjadi perhatian serius Pemkab Empat Lawang. “Kalau ada pendataan akan kita ajukan, memang kebutuhan tenaga penyuluh masih cukup banyak,” bebernya.

Kendati demikian sebut Fadhilah, minimnya petugas penyuluh tidak menjadi kendala dalam menjalankan tugas di lapangan. Setidaknya dengan pembekalan ilmu pengetahuan mumpuni, para petugas penyuluhan tetap bisa berkarya di kalangan petani.

Dengan kata lain, sebagian besar penyuluh di Empat Lawang bisa menguasai berbagai bidang itu. Terutama dalam mengajak program ketahanan pangan di masyarakat. “Kendalanya banyak juga, tapi kita upayakan semua petugas bisa efektif memberikan pelayanan ke petani agar hasil panennya lebih maksimal,” jelas Fadhila seraya menambahkan, sejauh ini petani masih enggan menyampaikan keluhan masalah pupuk.

Seharusnya penyediaan pupuk melalui pengajuan terlebih dahulu. “Kita juga sosialisasikan terus ke petani, terutama mengenai kebutuhan pupuk agar tidak terkendala saat membutuhkan,” tukasnya .

 

TEKS          : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster