Rutan Tebing Tinggi tak Layak

 319 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

EMPAT LAWANG – Kondisi Rumah Tahanan (Rutan) Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang kian tidak layak. Selain karena kapasitas narapidana (napi) dan tahanan membludak, bangunan eks benteng pertahanan kolonial Belanda itu berada disekitar lingkungan sekolah dan rumah dinas Bupati Empat Lawang.

“Ya memang sudah tidak layak, apalagi kedepan seiring perkembangan Polres dan Kajari di Empat Lawang. Tentu saja, jumlah tahanan akan meningkat,” kata Kepala Rutan Tebing Tinggi, Abdul Hakim Amir yang dibincangi usai pemberian remisi dalam rangkat HUT RI ke 69, Minggu (17/8).

Menurut Hakim, saat ini jumlah warga binaan mencapai 108 orang. Rinciannya, 82 orang napi dan 106 tahanan. Sementara kapasitas maksimal, seharusnya hanya sekitar 90 orang. Dalam kondisi ini, tentu sistem pembinaan bagi napi kurang efektif.

Solusi ?, sejauh ini menurutnya masih diupayakan. Rencananya Rutan saat ini, akan direlokasi ke kawasan Jalan HM Noerdin Panji, tak jauh dari rencana Mapolres, kantor Kajari dan RSUD Empat Lawang. Rencananya akan dilakukan tukar guling bangunan rutan saat ini, dengan bangunan di kawasan tersebut.

“Pengajuan sudah sejak 2013 lalu, kita masih menunggu persetujuan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Selatan (Sumsel). Mudah-mudahan bisa secepatnya disetujui,” terangnya.

Rencana lain imbuhnya, dengan meminta bantuan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang. Pemkab diminta untuk membantu, membangun sel tambahan. Rencana itu menurut Hakim, sudah mendapatkan respon positif dari bupati.

Sementara itu Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri (HBA) menyebut, kondisi Rutan Tebing Tinggi saat ini memang sudah tidak layak lagi.  “Sudah membeludak, itu kita bisa bantu sepanjang disetujui dan tidak ada masalah. Nanti silahkan kepala rutan mengajukan permohonan bantuan,” kata HBA.

Namun HBA menyarankan, lebih efektif jika Rutan Tebing Tinggi pindah ke lokasi lain. Menurutnya, Rutan Tebing Tinggi lebih layak dibangun dilingkungan tak jauh dari Mapolres Empat Lawang.

Sebab sebut HBA, Rutan Tebing Tinggi saat ini sebenarnya adalah situs sejarah. Bangunan yang ditempati sekarang, merupakan bangunan eks benteng Belanda. Di Sumsel jelasnya, hanya ada dua yakni Benteng Kuto Besak di Palembang dan ini benteng di Tebing Tinggi.

“Ini kan situs sejarah, nanti akan dikembalikan ke aslinya agar menjadi cagar budaya,” jelas HBA seraya menyebut rencana pemindahan lokasi rutan sudah diimpikan sejak terbentuknya Kabupaten Empat Lawang, tujuh tahun lalu.

Terkait remisi HBA memberikan apresiasi terhadap kinerja petugas Rutan Tebing Tinggi. Ia berpesan kepada napi dan tahanan, agar menjalankan hukuman dengan baik dan patuh aturan, sedangkan yang dinyatakan bebas agar tidak melakukan lagi kejahatan dan memulai hidup layak dalam bermasayarakat.  “Selamat untuk yang dapat remisi, terutama bebas. Ini adalah prestasi sekaligus tantangan, agar kedepan bisa lebih baik lagi,” ucap HBA.

Untuk diketahui, ada 64 warga binaan Rutan Tebing Tinggi yang mendapatkan remisi dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-69.  Rinciannya, satu orang mendapatkan remisi enam bulan. Kemudian empat orang remisi lima bulan, empat orang remisi empat bulan.

Kemudian 20 orang remisi tiga bulan, 20 orang remisi dua bulan dan 15 orang diberikan remisi satu bulan. Dari jumlah itu, ada empat napi diberikan remisi dan dinyatakan bebas yaitu Petri Lopita yang mendapatkan remisi dua bulan, M Rizal alias Mamad mendapatkan remisi enam bulan, Chandra mendapatkan remisi enam bulan dan Prima mendapatkan remisi satu bulan.

 

TEKS          : SAUKANI

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster