Retribusi Warung Tenda Batal Ditarik

 1,604 total views,  2 views today

Ilustrasi Warung Tenda

Ilustrasi Warung Tenda | Ist

PALEMBANG – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang untuk menarik retribusi bagi pengusaha warung tenda pecel lele, dipastikan batal. Batalnya penarikan retribusi itu dikarenakan bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 tahun 2010 tentang retribusi yang boleh diambil.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Palembang, Agus Kelana mengatakan, dalam Perda tersebut yang boleh dipungut retribusi apabila pendapatan minimal Rp 100 ribu. “Pendataan yang kami lakukan beberapa pekan lalu, pendapatan warung tenda pecel lele ini kurang dari Rp 100 ribu. Sehingga tidak bisa dipungut pajak, kami tidak mungkin memaksa mereka ketika melihat pembukuan pendapatan mereka,” kata Agus, kemarin.

Menurut Agus, saat ini sudah ada lima usaha pecel lele yang ditarik retribusinya. Karena para pengusaha ini, memiliki tempat usaha tetap atau tidak pindah-pindah.  “Yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), ada izin usaha, tempat sendiri, retribusinya tetap kami tarik,” jelasnya.

Agus mengaku, obyek pajak pada usaha tenda ini cukup besar. Katanya, warung tenda pecel lele yang ada Palembang ada sekitar 1.000 usaha.  “Kami akan siapkan Perda soal itu, karena itu berkaitan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kalau ditarik retribusinya sekarang, kami belum ada payung hukum,” jelasnya.

Menurut Agus, pedagang tenda pecel lele ini sama seperti pedagang kali lima (PKL), hanya saja pengusaha pecel lele ini buka sore hari dengan menyewa lapak di depan toko yang sudah tutup.  “Yah, hampir sama dengan PKL. Tapi mereka sewa lapak kepada pemilik lapak,” ulasnya.

sebelumnya Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan pemkot akan menarik retribusi kepada setiap pengusaha pecel lele yang mulai menjamur di Palembang. “Kedepan kami akan tarik retribusi dari pedagang tenda ini, kan lumayan untuk menambah PAD,” ungkapnya.

Harnojoyo menambahkan, tidak hanya ditarik pajak, pihaknya juga berencana untuk mengkaji ulang pedagang tersebut sehingga nanti akan diberikan satu tempat khusus agar tidak mengganggu keindahan serta tidak mengakibatkan kemacetan jalan. “Jika ditarik pajak, otomatis nanti pemkot akan berikan sebuah tempat. Sehingga para pedagang tak perlu lagi menyewa tempat di depan toko-toko seperti saat ini,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR         : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster