Anak Penyadap Karet Pembawa Baki

 511 total views,  2 views today

Duo kembar anak penyadap karet yaitu Indah Prastika dan Indah Pratiwi dipercaya membawa baki bendera Pusaka saat HUT RI ke-69 di PALI. | Foto : Indra Setia Haris

Duo kembar anak penyadap karet yaitu Indah Prastika dan Indah Pratiwi dipercaya membawa baki bendera Pusaka saat HUT RI ke-69 di PALI. | Foto : Indra Setia Haris

Pembawa baki bendera pusaka saat upacara 17 Agustus 2014 jadi incaran  anggota Paskibraka. Tak semua orang dipercaya menunaikan tugas itu. Namun di Hari Jadi RI ke-69, kesempatan untuk membawa baki bendera pun dipercayakan pada duo kembar anak penyadap karet bernama Indah Prastika dan Indah Pratiwi.

PALI – Setiap tahunnya hanya ada dua orang terpilih membawa baki wadah bendera yang akan dikibarkan tersebut. Satu pembawa baki untuk upacara penaikan bendera dan satunya lagi untuk upacara penurunan bendera pada sore harinya.

Untuk upacara peringatan detik-detik proklamasi di Kabupaten PALI sendiri, Pemkab PALI melalui tim pelatih sudah menetapkan dua orang tersebut. Pembawa baki untuk upacara kenaikan bendera dipercayakan pada Indah Prastika. Untuk upacara penurunan benderanya Indah Pratiwi. Keduanya asal SMAN 1 Tanah Abang.

Menariknya keduanya adalah saudara kem‎bar. Tika (panggilan akrab Indah Prastika) secara kebetulan juga lahir beberapa menit lebih dahulu dibanding Tiwi (Indah Pratiwi). Dua dara kelahiran Lampung 24 Mei 1998 lalu ini dipercaya setelah melalui seleksi ketat dari 9 orang tim pelatih.

“Setelah melalui penilaian dan rapat tim pelatih kita sudah menetapkan dua orang untuk membawa baki,” ungkap Bripka Sumaryono, salah tim pelatih.

Meski mendapat kehormatan menduduki posisi penting tersebut tidak lantas membuat keduanya berbangga. Kepercayaan sangat besar dari tim pelatih membuatnya ‎rendah hati.

“Kalau bisa sih orang lain aja,takut mengecewakan Pak Bupati. Latihan aja sering salah,” tutur Tiwi merendah.

Saking takutnya, ia bahkan sempat berniat untuk mundur jadi pembawa baki. Namun support dari tim pelatih membuatnya bertahan.

“Ya, kalau sudah dipercaya begini, tidak bisa tidak kami harus memberikan yang terbaik” ujar Tika menimpali ucapan saudara kembarnya.

“Bisa masuk tim ini saja kami sudah sangat bersyukur, soalnya pas seleksi pesertanya banyak banget sampe ratusan” tambahnya.

Putri pasangan Rumanto dan Melly Heryani ini ternyata bukan berasal dari keluarga berada. Rumanto sehari-hari bekerja sebagai operator alat berat, bahkan harus sering mandah (bekerja jauh meninggalkan rumah, red).

Bahkan untuk menambah penghasilan keluarganya, istri Rumanto, Melly Heryani setiap hari harus mencari tambahan dengan menyadap karet.

“Ibu kan memang asli orang Desa Raja kecamatan Tanah Abang, jadi kalau menyadap karet sudah jadi kebutuhan Om. Buat nambah-nambah, gaji ayah kecil apalagi kakak kami sudah ada yang kuliah,” ujar Tika.

‎Meskipun kedua anaknya mendapat kepercayaan yang membanggakan, bukan berarti Rumanto dan Melly mengetahui hal tersebut. Kedua anaknya justru merahasiakan kepercayaan itu.

“Biar ada kejutan buat ayah dan ibu,” ujarnya kompak.

 

TEKS    : INDRA SETIA HARIS

EDITOR   : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster