Peninggalan Purbakala di Pagaralam Kurang Perawatan

 1,225 total views,  2 views today

Ilustrasi Situs Megalit yang ada di Pagaralam | Ist

Ilustrasi Situs Megalit yang ada di Pagaralam | Ist

PAGARALAM – Sejumlah peninggalan purbakala berupa dolmen, arca batu gendong anak dan arca kerbau di Desa Jambat Akar, Tegur Wangi Lama, Muarasiban, Ujanmas Lama, Mingkik, Rimbacandi dan dibeberapa tempat lainnya di Kota Pagaralam, kondisinya memprihatinkan.

Pantauan Kabar Sumatera, Rabu (13/8), sejumlah peninggalan purbakala seperti dolmen yang di Dusun Jembat Akar, ukiran batu mengendong anak di areal persawahan, tapak tangan batu dan arca di Cawang Baru, arca dan situs Mingkik, dan ratusan situs lainya tersebar di lima kecamatan, sebagian besar sudah rusak dan ada beberapa bagian sudah patah. Ada juga benda-benda tersebut, yang dipenuhi tumpukan sampah, dan beberapa bagian sudah terpencar sehingga menjadikan batu-batu tersebut kehilangan bentuk aslinya.

Petugas Kantor Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3)  Jambi, Sumsel, Bengkulu dan Babel, Akhmad Rivai yang dibincangi Kabar Sumatera menyebut banyak benda-benda purbakala di Pagaralam yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

“Kami sudah melakukan penelitian dan pemeriksaan, terhadap tiga batu yang berada di daerah Jambat Akar. Dua batu berbentuk dolmen dan arca manusia menggendong anak, kita dipastikan merupakan benda bersejarah sedangkan batu kerbau perlu penelitian lebih lanjut,  sayangnya benda-benda itu sudah banyak rusak disebabkan tangan jahil, dan faktor alam,” jelasnya.

Dia berharap, ada perhatian pemerintah setempat untuk menyelamatkan berbagai benda bersejarah yang cukup banyak tersebar di daerah Besemah ini, agar bisa dijadikan sebagai aset daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Senibudaya Pagaralam, H Ibu Hajar dibincangi terpisah menyebut saat ini pihaknya menemukan banyak kendala dalam menindaklanjuti berbagai penemuan benda purbakala yang bernilai sejarah tersebut, terutama masalah dana dan keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM).

Namun kata dia, penemuan yang baru sudah diserahkan kepada BP3 dan Balai Palembang untuk dilakukan upaya pelestarian, termasuk pendataan agar menjadi aset negara bidang pubakala.

“Memang Pagaralam memiliki cukup banyak situs peninggalan sejarah, yang tersebar di seluruh kecamatan terutama yang berada disepajang Sungai Selangis dan daerah dataran tinggi Gunung Dempo,” ungkapnya.

Kedepan ujar Ibnu, pihaknya akan mengupayakan pendataan dan membuka akses agar dapat mendukung daerah wisata sejarah dan pelestarian semua benda peninggalan sejarah tersebut.   “Kita berupaya secara bertahap melakukan upaya perbaikan sarana pendukung,  berbagai seperti jalan ke lokasi benda purbakala tersebut,” tukasnya.

 

TEKS         : ANTONO STEFEN

EDITOR        : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster