Sabu Rp 10 juta Diamankan dari 3 Pengedar

 629 total views,  2 views today

Tiga pengedar sabu, Eko, M Nur dan Gustin saat berada di Polsek Indralaya.

Tiga pengedar sabu, Eko, M Nur dan Gustin saat berada di Polsek Indralaya.

INDERALAYA – Tiga pengedar sabu sekaligus pemuja sabu yang sudah menjadi Target Operasi (TO), Polsek Indralaya berhasil dibekuk petugas, Minggu (10/8), sekitar pukul 15.00 WIB, di dua tempat berbeda.

Ketiganya yakni Eko (38), warga Perumahan Serumpun Kecamatan Indralaya, Gustin (34), warga Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, dan M Nur (45), warga Arisan Jaya Kecamatan Pemulutan Barat. Ketiganya warga Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Dari tangan ketiganya, petugas menyita lima paket sabu berbagai ukuran senilai Rp10 juta serta alat hisap sabu. Ketiganya bersama barang bukti diamankan di Mapolsek Indralaya.

Informasi yang didapat, penangkapan berawal dari adanya informasi jika Eko, yang sudah menjadi TO akan bertransaksi narkoba.

Mendapat informasi tersebut, petugas langsung meluncur ke lokasi dan menangkap Eko dengan barang bukti satu paket kecil sabu dan alat hisap sabu.

Berkat nyanyian Eko, selang tujuh jam, petugas  menciduk Gustin dan Nur, di rumah Gustin di Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan.

Dari tangan keduanya, petugas mengamankan empat paket sabu, satu paket kecil, dua paket sedang dan satu paket besar, serta seperangkat alat hisap dan korek api.

Sementara di waktu yang hampir bersamaa, Satreskrim Polres OI menangkap Anang, warga Desa Ketapang I Kecamatan Rantau Panjang Kabupaten Ogan Ilir (OI), pelaku pembunuhan terhadap korban Iskandar, yang masih tetangganya sendiri.

Sementara Holidi, adik tersangka Anang yang ikut menghabisi nyawa Iskandar masih diburu petugas. Sayangnya, tersangka Anang masih berkelit terkait adiknya yang terlibat dalam pembunuhan. Tersangka Anang dibekuk setelah hampir tiga pekan buron usai membunuh korbannya.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kapolsek Inderalaya, Iptu Roby Sugara didampingi Kanit Reskrim Ipda Defriansyah mengatakan, bahwa ketiga pelaku ini sudah menjadi incaran pihaknyasebelumnya.

“Penangkapan satu tersangka dengan dua tersangka lainnya hanya berselang tujuh jam, ini berkat nyanyian tersangka Eko, tersangka yang kita amankan di jalan Nusantara,” ujarnya.

Tidak menutup kemungkinan lanjutnya, masih ada jaringan tersangka lainnya dari ketiga tersangka ini. “Kita akan terus dalami kasus ini, diduga masih ada jaringan lain,” tukasnya.

Di hadapan petugas, ketiganya mengakui perbuatannya, menurut Gustin, dirinya baru tiga bulan bergelut di bisnis narkoba ini. “Tiga bulan lalu saya mulai jual, dan sekaligus menggunakan barang ini,” katanya.

Sementara itu, Kapolres OI, AKBP Asep Jajat Sudrajat melalui Kasatreskrim Iptu David Sidiq didampingi Kanitpidum Ipda Marwan mengatakan, pelaku ditangkap petugas saat berada di sekitar rumahnya, Minggu kemarin.

“Ya, tersangka Anang dan Holidi (Buron), terlibat pembunuhan terhadap korban Iskandar. Kita tangkap Minggu, kemarin,” ungkapnya saat ditemui, Senin (11/8), kemarin.

Ia menambahkan, meski banyak saksi yang melihat, tersangka Anang tetap berkelit jika adiknya Holidi tidak terlibat pembunuhan. Padahal, dari hasil otopsi, korban Iskandar mengalami banyak luka dengan berbagai benda.

“Dari hasil visum, korban banyak terkena luka akibat berbagai senjata baik tajam amaupun tumpul. Tapi kita masih terus melakukan pengejaran kepada pelaku lain. Dugaan sementara, ada dua atau tiga pelaku, tapi masih dalam pengembangan. Dugaan lantaran kesal,” ujarnya.

Tersangka Anang, saat ditemui di Ruang Riksa Polres OI mengakui jik adirinya membacok korban. “Tapi setelah itu tidak tau lagi, saya langsung pergi. Saya tidak tau,” kelitnya.

 

Teks       : Junaedi Abdillah

EDITOR    : SARONO P SASMITO

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster