Pemkot Palembang Tolak ISIS

 141 total views,  3 views today

Ilustrasi Militan ISIS | Foto : The Guardian

Ilustrasi Militan ISIS | Foto : The Guardian

PALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Palembang, Ratu Dewa menyebutkan, Pemkot Palembang resmi menyatakan menolak keras gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS)

Dewa mengatakan, Islam itu dilahirkan sebagai agama yang rahmatan lil alamin atau rahmat untuk alam semesta. Selain itu sebutnya, Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan seperti paham yang di anut ISIS. “Yang pasti, kita menolak keras setiap paham atau aliran yang menggunakan cara-cara kekerasan seperti yang dipraktikkan ISIS, “ kata Dewa saat dibincangi, Senin (11/8).

Menurut Dewa, Indonesia mempunyai ideologi Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.  Sehingga keinginan ISIS untuk mendirikan negara Islam, bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Ditanya apakah ada langkah kongkrit terkait penolakan ISIS di Palembang, Dewa menjawab pemkot akan mengikuti ketentuan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Karena sebutnya, saat ini MUI Sumsel sedang mengkaji hal tersebut. “Pemkot Palembang akan mengacu kepada MUI,” ujarnya.

Dewa menambahkan, untuk antisipasi larangan ISIS di Palembang, sudah dilakukan aparat penegak hukum seperti dari Polresta, Polda maupun Pemkot Palembang, melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). “Deteksi lebih dini sangat penting, Kesbangpol sudah melakukan penyuluhan terkait hal itu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Palembang, Saim Marhadan mengatakan, gerakan ISIS berpotensi menimbulkan perpecahan di kalangan umat Islam. Karenannya, MUI Kota Palembang, menolak keras keberadaan ISIS. “Mengapa Indonesia harus ikut-ikutan, sudah jelas aliran atau paham itu dari Irak dan Suriah, cara mereka (ISIS) tidak benar,” ujarnya.

Menurut Saim, ajaran Islam sudah jelas melarang kekerasan. Sementara ISIS, paham yang keras. Menurutnya, masyarakat Indonesia  khususnya Palembang, tidak perlu terpengaruh aliran itu.

Sambung Saim, kerukunan dalam antar pemeluk agama telah diatur dalam Peraturan Bersama Menteri (PBM) Nomor 9 tahun 2006  tentang Kerukunan Beragama. Aturan itu sebutnya, menjadi rujukan dalam kehidupan beragama di Indonesia.  “Hasil kesimpulan kita,  ISIS ini sangat bertentangan dengan prinsip ajaran Islam,” tukasnya.

 

TEKS          : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR        : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster