Harga Jauh Lebih Murah Dibanding Asli, Ponsel Supercopy Juga Marak Beredar

 276 total views,  2 views today

 

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

PALEMBANG – Ternyata bukan hanya gagdet dan handphone (HP) rekondisi saja, yang banyak beredar tetapi juga gagdet atau HP supercopy. Ponsel supercopy ini, sepintas hampir sama dengan handphone asli namun secara kualitas jauh dibawah produk asli

Informasi yang dihimpun Kabar Sumatera, Minggu (10/8),  saat ini peredaran ponsel supercopy marak di Palembang. Ponsel supercopy ini, didapatkan pedagang ponsel dari salah seorang agen dari luar Palembang.

Ponsel-ponsel itu dikirim dalam jumlah cukup besar di Palembang. Umumnya, ponsel supercopy dengan berbagai merek terkenal ini dibeli pedagang dengan harga rata-rata Rp 1 juta. Ponsel itu disebut-sebut adalah produk dari negeri tirai bambu, China.

Salah seorang pedagang ponsel, di kawasan Pasar 7 Ulu Palembang, Muhammad Ali mengakui itu.  Menurutnya, ponsel supercopy cukup banyak beredar dan peminatnya juga cukup banyak sebab harganya tidak semahal ponsel yang asli.

Umumnya ponsel yang di supercopy tersebut, ponsel-ponsel dengan merek terkenal seperti merk Samsung. Misalnya Samsung Galaxy S5, Samsung Note 3, Samsung Galaxy S4, Samsung Note 2 dan masih banyak lagi yang lainnya.

“Kalau harga, jauh lebih murah. Misalnya Samsung Galaxy S5, harga normalnya Rp 7-8 juta, sementara yang supercopy bisa dijual Rp 1,6- Rp 2 juta per unit nya,” kata Ali yang dibincangi counter HP miliknya.

Murahnya harga ponsel supercopy ini sebut Ali dikarenakan, ada berbagai spek di ponsel tersebut yang lebih rendah dibandingkan aslinya. Misalnya kameranya, kecerahan warna dan lainnya.

Menurut Ali, masyarakat sudah banyak yang tahu terkait peredaran ponsel supercopy tersebut. karena sebutnya, penjual ponsel menjualnya dengan harga murah.  “Cukup banyak masyarakat yang membeli ponsel supercopy,  karena kualitasnya cukup baik tidak berbeda jauh dengan ponsel aslinya,” bebernya.

Sementara itu, Aiman, salah satu pedagang ponsel di kawasan Pasar Megaria, Palembang menyebut, sepintas ponsel supercopy ini mirip dengan aslinya. Tetapi sebenarnya sebut dia, tidak sulit membedakan.

“Yang paling mencolok, adalah harganya. Kalau harganya sangat jauh berbeda, selain itu bisa dilihat tampilan fisik.  Misalnya, Samsung Galaxy S4, kalau yang asli memiliki wrapping plastik dengan logo Samsung disekelilingnya.  Sementara yang supercopy tidak ada dan masih banyak lagi yang lainnya,” bebernya.

Aiman menyebut, ponsel supercopy justru banyak diminati masyarakat. Itu disebabkan, harganya yang lebih murah sementara sepintas untuk kualitas dan tampilan tak jauh beda dengan yang asli.  “Kalau ponsel asli kan mahal. Jadi masyarakat lebih tertarik dengan ponsel supercopy, dengan garga yang lebih murah,” ulasnya.

Di counter milik Aiman juga, Kabar Sumatera sempat berbincang dengan salah satu warga yang menggunakan ponsel supercopy. Pria yang mengaku bernama Roby ini menyebut, sudah tiga bulan menggunakan ponsel supercopy.

“Saya membelinya tiga bulan yang lalu,  kalau mau membeli yang asli uangnya tidak cukup makanya beli yang supercopy,” aku Roby sambil menunjukkan ponsel Samsung  Galaxy S5 supercopy  miliknya.

Roby mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala dalam penggunaan ponsel supercopy. Hanya saja kualitas gambar, yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan ponsel aslinya. “Tidak beda. Semuanya sama. Tampilanpun sama,” tukasnya.

 

TEKS         : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR       : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster