Ditampar Suami, Isteri Ngadu ke Polisi

 342 total views,  5 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Hanya gara-gara memberikan nasi yang masih mentah kepada suaminya, Vu (23) ibu rumah tangga (IRT) ini ditampar dan dilempar batu oleh suaminya sendiri yang berinisial Hn (28).

Akibat kejadian itu, VU yang tinggal di Jalan Palembang-Betung Banyuasin Sumsel itu menderita luka memar di bagian kepala, kening, hingga mata. Ia lalu memutuskan melapor di SPKT Mapolda Sumsel Minggu (10/8).

“Setelah kejadian itu, tanggal 5 agustus 2014 saya dan anak tinggal di rumah orangtua. Saya takut kembali ke rumah,” kata VU.

Tertera dalam surat laporan, VU dan Hn sudah lebih dari satu tahun membina rumah tangga. Keduanya bahkan sudah diberkahi satu anak dan menjalani hari-hari berumah tangga dengan bahagia.

Namun, beberapa bulan terakhir, VU sering menerima kemarahan dari Hn meski hanya masalah sepele. Puncaknya, Hn memukul VU dengan tangan. “Sebelum kejadian, saya memasakkan nasi untuk dia setelah pulang kerja. Tapi, menurutnya nasi mentah hingga ia memukul saya,” kata VU, seperti tertera di surat laporan.

Karena menilai nasi masih mentah, Hn lalu manampar VU. Ia lalu mengambil batu dan memukul batu itu ke bagian kepala VU. Usai kejadian, VU lalu memutuskan meninggalkan rumah dan kembali ke rumah orangtua.

Tindak KDRT juga dialami YK (32). Beda dengan VU, YK sudah ditinggal pergi suaminya berinisial ES (30) hampir satu tahun. Merasa tidak dinafkahi ES, YK yang tercatat sebagai guru di salah satu sekolah negeri di Palembang ini melapor ke SPKT Mapolda Sumsel Minggu (10/8).

“Setahu saya tidak ada masalah antara kami. Ia pergi tiba-tiba, meninggalkan saya dan dua anak kami,” kata YK, yang tinggal di Komplek Sangkuriang Blok O Sako Palembang.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Djarod Padakova, sudah menerima laporan dua korban KDRT itu. Laporan akan diproses dengan mencari keberadaan terlapor, dimana salah satunya diketahui oknum anggota Polri. “Akan kita cari untuk dimintai keterangan. Jika memang terbukti bersalah, akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Djarod.

Menanggapi hal itu, Praktisi Psikologi di Palembang Syahoda Rena menilai, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga, seringkali dilatari oleh berbagai faktor, baik dari luar maupun dari dalam keluargra itu sendiri. Faktor dari dalam seringkali berlatar belakang menajemen emosional pasangan yang tidak stabil hingga mengakibatkan percekcokan serius, yang berujung pada tindakan KDRT. Faktor luar, dari faktor ekonomi yang sulit dan menghimpit sebuah keluarga, hingga mengakibatkan seorang suami tertekan. “Ditambah lagi ketika sampai di rumah kebutuhan rumah sangat minim,” ujarnya.**

 

TEKS      : OSCAR RYZAL

EDITOR   : IMRON SUPRIYADI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster