”Uang Pensiun” Anggota DPRD Sumsel

 421 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PALEMBANG – Diakhir masa jabatannya, 75 anggota DPRD Sumsel periode 2009-2014 bakal bisa sedikit tersenyum. Pasalnya, mereka akan dapat uang “pensiun”.  Besarannya enam kali lipat dari uang refresentasi.

Setiap anggota dewan menurut Sekretaris DPRD Sumsel, Ramadhan S Baseban, mendapatkan uang purna bakti yang berbeda. “Itu uang jasa, atas pengabian mereka selama lima tahun,” kata Ramadhan yang dibincangi di ruang kerjanya, Rabu (6/8).

Besarannya terang Ramadhan,  Ketua DPRD mendapatkan 100 persen dari uang refesentasi sebesar Rp 3 juta dikali enam kali sehingga mendapatkan Rp18 juta. Sementara wakil ketua uang refresentasi perbulannya Rp 2, 55 juta jika dikalikan enam bulan maka uang purna bakti yang diterima sebesar Rp 14,4 juta.

Sedangkan bagi anggota dewan, dengan uang refresentasi sebesar Rp 2,4 juta perbulan jika dikalikan enam  maka uang purna bakti yang diterima sekitar Rp 14,4 juta.  “Pemberian uang refresentasi ini, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 37 tahun 2006 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan/Anggota DPRD. Dananya sudah dianggarkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumsel,” bebernya.

Berdasarkan aturan tersebut jelas Ramadhan, uang purna bakti yang diterima anggota dewan tersebut akan disesuaikan dengan masa jabatan.  “Karena, ada juga yang mejabat di bawah 5 tahun bahkan satu tahun. Kalau dia (anggota dewan) hanya menjabat 1 tahun berrati satu bulan gaji begitu seterusnya,” jelasnya.

Bagaimana dengan pelantikan anggota dewan periode 2014-2019 ? Ramadhan menyebut, rencananya pelantikan anggota dewan terpilih hasil Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2014, akan dilakukan pada 24 September mendatang.

Hal ini menurut dia, mengacu pada akhir masa jabatan bagi para anggota dewa di periode 2009-2014 tersebut yakni pada 24 September mendatang. “Kalau mengacu pada akhir masa jabatan mereka itu, maka kemungkinan pelantikan akan dilaksanakan pada tanggal 24 September,” tegasnya.

Berlangsung Sederhana

Mengenai seremoni pelantikan, Ramadhan menerangkan akan dilakukan secara sederhana bahkan tidak ubahnya seperti pelaksanaan rapat paripurna pada umumnya. Ini berbeda dengan pelantikan seorang kepala daerah.

“Pelantikan anggota DPRD tidak menggunakan anggaran khusus, seperti rapat biasa. Cukup anggaran untuk membeli makan dan minum saja. Memang berbeda dengan pelantikan seorang gubernur,” sambungnya.

Adapun yang berperan melantik mereka, sambungnya, Ketua Pengadilan Tinggi atas nama Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Adapun secara teknis, mengenai pelantikan itu masuk dalam agenda Pemprov Sumsel.

Sementara, anggota DPRD Sumsel, periode 2009-2014, Slamet Somosentono mengaku, belum mengetahui seberapa besar dana purnabakti yang bakal diterima. Hanya saja, dirinya mengakui jika uang purnabakti itu ada. “Sejauh ini memang ada, tetapi untuk besarannya saya belum tahu. Namanya tanda jasa, yang pasti tidak akan besar,” ucapnya.

Ia juga, selain berkonsentrasi menuntaskan pekerjaan di sisa jabatannya itu, karena tidak lagi terpilih untuk kedua kalinya. Mengambil ancang-ancang, mejadi seorang penguasaha jual-beli kelapa sawit. Dirinya juga merasa sudah cukup, di usia yang sudah tua inging menikmati dengan banyak berkumpul bersama keluarga.

 

TEKS             : DICKY WAHYUDI

EDITOR         : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster