Empat PNS Disbun Sumsel Diperiksa

 305 total views,  2 views today

PALEMBANG – Unit Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel, terus mendalami kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) proyek peremajaan bibit karet di Dinas Perkebunan (Disbun) Sumatera Selatan (Sumsel).

Dalam waktu dekat, empat pegawai negri sipil (PNS) di Disbun Sumsel akan diperiksa terkait dugaan penyelewengan dana yang merugikan negara senilai Rp500 juta ini.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel, Kombes Pol Eddy Purwatmo, melalui Kasubdit III Unit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Imran Amir, keempat PNS di Disbun Sumsel diperiksa berdasarkan fakta persidangan terhadap terpidana Singgih Himawan.

Mantan Kepala Disbun Sumsel ini sudah divonis penjara satu tahun di PN Tipikor Palembang. “Dari fakta persidangan yang dijalani Singgih, kita memutuskan untuk melanjutkan perkara ini. Dengan itu, kita berencana memeriksa empat PNS Disbun Sumsel yang merupakan bawahan Singgih,” kata Imran, Rabu (6/8) kemarin.

Saat ini, lanjut Imran, perkara dugaan tipikor Disbun Sumsel ini sudah masuk tahap penyidikan. Rencana pemeriksaan terhadap keempat PNS Disbun Sumsel akan dilakukan dalam waktu dekat.

Ditreskrimsus Polda Sumsel juga akan segera mengirimkan surat panggilan kepada empat PNS itu. “Kita belum bisa menyebutkan identitasnya. Nantilah, kalau keempatnya sudah menjalani pemeriksaan,” kata Imran.

Proyek pengadaan bibit karet yang dilakukan Disbun Sumsel diduga fiktif. Dari audit BPKP Sumsel, didapat kerugian negara senilai Rp 500 juta.

Singgih divonis penjara satu tahun oleh majelis hakim Tipikor yang diketuai Posma Nainggolan SH, di PN Palembang Senin (10/3) lalu.

Selain itu, Singgih juga divonis denda Rp 50 juta, subsider penjara dua bulan. “Dari fakta yang didapat selama sidang, terdakwa terbukti melanggar pasal 3 UU RI No 31 tahun 2009 tentang tipikor,” kata Posma.

Vonis majelis hakim Tipikor ini lebih ringan dari tuntutan jaksa, Eka. Dengan pasal yang sama, Eka menuntut Singgih dipenjara dua tahun, dengan denda dan subsider yang sama. Baik jaksa maupun terdakwa sama-sama belum memberikan tanggapan atas vonis majelis hakim.

TEKS  : Oscar Ryzal

EDITOR : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster