Kejari Pagaralam Targetkan Pengusutan Proyek Masjid

 365 total views,  2 views today

Ilustrasi

Ilustrasi

PAGARALAM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pagaralam, targetkan pengusutan proyek pembangunan masjid tahun anggaran 2013 senilai sekitar Rp 5 miliar di lingkup Dinas Sosial dan Tenaga Kerja,  masih banyak yang belum selesai  dikerjakan.

Adapun pembangunan masjid dimaksud, diantaranya masjid Tanjung Cermin Rp 490 juta, Karangdalo Rp490 juta, Alun-alun Selatan Rp1,9 miliar, Belakang PU dan karang Dalo Dempo Tengah Rp490 juta. Hal itu dikemukakan Kejari Kota Pagaralam Ranu Indra SH MH melalui Kasi Pindsus Noly Wjaya SH didampingi Kasi Intel Syahril SH, Selasa (5/8).

Menurutnya, sudah menjadi terget untuk melakukan pengusutan terhadap pembangunan   proyek Masjid. Saat ini sudah masuk dalam penyidikan (DIK), karena bukti pendukung sudah lengkap.

“Sejauh ini kita tengah berupaya meningkatkan penyidikan terhadap lima kasus masjid yang laporannya sudah masuk di Kejari. Bahkan sudah menjadi terget untuk diselesaikan,” ujarnya.

Ia berkata, memang cukup banyak kejanggalan yang terjadi dalam pembanguanan proyek masjid ini selesai terjadi pembagian dan sudah habis masa pemliharaan. Namun, pembangunannya masih belum selesai.

“Semestinya proyek ini satu paket hanya bisa dikerjakan satu perusahaan saja, tetapi justru di bagi-bagi dan pembangunannnya pun amburadul,” jelasnya.

Bisa dibayangkan lanjutnya, proyek masjid saja masih di korupsi apalagi yang lain. Padahal peruntukan bangunan dimaksud milik umat, tetapi bagi siapa saja yang melakukan tindakan merugikan akan terkena mudaratnya langsung di dunia.

“Sudah tahu bangunan masjid milik umat, tetapi masih juga berani dikorupsi. Artinya, manusia ini sudah keterlaluan,” katanya.

Noly menambahkan, proyek anggaran tahun 2013 melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja seperti pembangunan masjid masih belum selesai dikerjakan. Hal ini terlihat dari kondisi bangunan masih belum selesai, termasuk di fungsikan.

“Sangat aneh di Pagaralam ini,  tahun anggaran sudah berakhir tetapi pembangunan masih terus dilakukan. Kami bingung mengapa masjid ini masih belum selesai dikerjakan sementara jadwal sudah lewat. Seharusnya, masjid ini sudah dapat digunakan pada tahun 2014 ini,” kata dia.

Bila semua proyek berjalan seperti ini kata dia, jelas akan merusak jalannya pembangunan di Kota Pagaralam.

“Kami masih akan melakukan pemeriksaan semua proyek yang lewat waktu ini sudah dibayarkan 100 persen. Jadi, sudah jelas ada indikasi korupsi terhadap proyek ini. Seharusnya sesuai dengan aturan jika lewat waktu maka proyek ini akan luncur dan pihak pengembang akan dikenakan finalti atau sanksi lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Pagaralam, Dwikora Sastra Negara SH mengatakan,  jika sudah demikian kondisi sudah selayaknya aparat penegak hukum melakukan pengusutan terhadap proyek ini.

“Kendati demikian, kita minta agar pihak penegak hukum dapat segera melakukan pengusutan terhadap proyek umat tersebut,” singkatnya.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster