Jalintim Palembang-Indralaya Tertutup Asap

Lahan yang diduga sengaja di bakar untuk membuka lahan di Jalintim Palembang-Indralaya

Lahan yang diduga sengaja di bakar untuk membuka lahan di Jalintim Palembang-Indralaya. | Dok KS

INDERALAYA – Asap tebal hasil pembakaran lahan menyelimuti area Kompleks Perkantoran Pemkab Ogan Ilir (OI),  di Jalan Lintas Timur (Jalintim), Inderalaya-Kayuagung km 33, Kota Indralaya, Selasa (5/8) kemarin siang.

Bukan hanya di dalam komplek perkantoran, asap tebal juga menyelimuti ruas Jalintim tepatnya di depan komplek perkantoran.

Akibatnya, sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS), di lingkungan Pemkab OI maupun pengguna jalan mengalami gangguan pernafasan serta mengalami mata pedih saat melintas.

Belum diketahui asal muasal asap tersebut. Namun diperkirakan, berasal dari pembakaran lahan tepat di belakang Perumahan Bakti Guna.

Pantuan di lapangan, terlihat kabut asap putih menyelimuti hampir seluruh area komplek perkantoran. Bukan hanya asap, debu sisa hasil pembakaran pun terlihat beterbangan hingga ke atap perkantoran.

Alhasil, kondisi tersebut membuat sejumlah PNS baik yang beraktivitas maupun melintas terganggu dengan kondisi tersebut. Hal tersebut juga dirasakan sejumlah pengendara di mana jarak pandang telah berkurang.

Kepulan asap diduga dari pembakaran lahan yang berada di belakang Komplek Perumahan Bakti Guna, Indralaya yang lokasinya tidak jauh dari komplek perkantoran.

Sementara itu, kepulan asap hasil pembakaran lahan juga terlihat di KM 20, Palembang-Indralaya. Nampak jelas terlihat pembakaran lahan di mana asapnya menutup sebagian jalintim.

Yayat, salah satu PNS saat melintas mengatakan, kepulan asap yang menyelimuti area komplek perkantoran sangat menggangu aktivitas PNS yang sedang bekerja.

“Ya, jelas sangat terganggulah Mas. Mata saya aja perih karena asapnya tebal,” ujarnya sambil berlalu.

Hal senada juga diungkapkan Romi, pengendara motor yang melintas. Menurutnya, kondisi tersebut membuat jarak pandang menjadi dekat dan rawan kecelakaan.

“Susah jalan Mas, kita tidak bisa melihat jauh dan ini rawan kecelakaan. Belum lagi mata perih dan sesak nafas,” sesalnya.

Dirinya berharap, warga tidak melakukan pembakaran lahan lantaran sangat membahayakan pengguna jalan maupun warga sekitar.

Kadis Perhutbuntan,  Wawan Wiguna tidak berhasil dihubungi, sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BNPBD), Ogan Ilir, Syakroni mengatakan di OI baru terlihat dua titik hot spot (titik api), yang terpantau dengan jangkauan wilayah yang luas.

Menurutnya, pembakaran lahan didominasi di daerah Jalintim dan Inderalaya. Namun dirinya belum mengetahui sumber api dan daerah yang terbakar, hingga asapnya sampai memenuhi areal Pemkab OI.

“Kita inginnya ada alat yang bisa datangkan hujan buatan. Kita saat ini mengandalkan mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api,” pungkasnya.

 

Teks : Junaedi Abdillah

EDITOR: SARONO P SASMITO

 




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com