Arus Balik Normal di Pagaralam

 305 total views,  2 views today

PAGARALAM – Suasana arus kendaraan dari berbagai arah melewati Kota Pagaralam, Sumatera Selatan pada hari keenam Idul Fitri 1435 Hijriah relatif normal. Kendati demikian, hanya ada peningkatan untuk jalan sekitar pusat kota saja.

Pantauan dilapangan, H+3 hingga H+5  Idul Fitri kali ini sudah terlihat ada peningkatan yang menonjol kendaraan melewati Pagaralam. Hanya saja ruas jalan pusat kota sedikit padat oleh kendaraan warga berlebaran seperti jalan Kapten Sanaf, Kombes H Umar, jalan Laskar Wanita Mintarjo Gunung Gare, Lingkar Barat, dan lainnya.

Sementara tiga jalur yang dilewati mudik dan balik Pagaralam belum ada peningkatan kendaraan pemudik, baik menuju Kota manna Bengkulu Selatan, Kabupaten Kepahiyang, Kota Bangkulu dan Lahat.

“Pada H+1 hingga H+3 Lebaran belum terasa kepadatan jalur Pagaralam arus kendaraan dari berbagai arah dan diprediksi akan meningkat pada H+4 hingga H+7. Kecuali sebagian jalan di pusat kota memang macet,” ujar Kadishubkominfo Kota Pagaralam, Paber Napitupu SSTP, kemarin (3/8).

Jelasnya, untuk kepadatan arus lalu lintas di pusat kota bukan oleh pemudik lebaran. Tetapi karena sebagian besar warga Pagaralam mulai melakukan aktifitas di luar rumah termasuk berkunjung ke lokasi wisata.

“Puncak arus balik akan terjadi pada H+6, sementara peningkatan volume kendaraan untuk saat ini berkisar antara 200 hingga 300 unit setiap hari bila dibandingkan sebelumnya,” jelasnya.

Dikatakan Paber, sebagian besar warga mudik menggunakan kendaraan pribadi termasuk sepeda motor dan kendaraan roda empat paling banyak menggunakan mobil bernomor polisi B.

“Tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, pemudik didominasi dari pulau Jawa dan Palembang. Kalau pengunjung wisata sebagain besar anak-anak muda yang berasal dari sekitar Pagaralam, seperti Lahat, Muaraenim, Empatlawang dan Prabumulih,” terangnya.

Lanjutnya,  pemudik dari luar Sumsel lebih banyak menggunakan kendarana umum bis seperti dari Jakarta, Bandung, Surabaya dan beberapa daerah lainnya. Ia mengatakan, memang waktu libur cuti bersama cukup panjang baru akan berakhir 3 September 2014. Sehingga hal itu dapat mendorong warga untuk menikmati  perayaan lebaran dengan sebaik-baiknya hingga tingkat kunjungan di Pagaralam meningkat.

“Walaupun arus meningkat, kondisi transportasi melalui Pagaralam masih berjalan lancar dan tidak terjadi kemacetan. Termasuk tidak ada menimbulkan gangguan lalu lintas seperti di daerah lain,” ujarnya.

Terpisah, Kapolres Kota Pagaralam AKBP Saut P Sinaga SIK MSi didampingi Kasat Lantas AKP Hery Widodo SH  mengatakan, seperti biasa kalau hari terakhir lebaran memang jalur Pagaralam-Lahat dan Pagaralam-Bengkulu dan Pagaralam-Pendopo Empatlawang akan tejadi peningkatan kendaraan yang melintas. Ada beberapa titik terjadi kamacetan, tetapi berada di lokasi objek wisata.

“Bagi warga perantauan yang mudik lebaran kali ini meningkat, ditambah lagi pengunjung wisata membuat kemacetan di pusat kota,” ungkanya.

Untuk arus balik lanjutnya, ditandai dengan mulai beroperasinya angkutan AKAP dan AKDP untuk mengakut penumpang dengan berbagai tujuan.

“H+5 kemungkinan merupakan puncak arus balik melalui Pagaralam,” katanya seraya berujar jalur Pagaralam tidak begitu padat mengingat lokasi tersebut bukan jalur lintas utama, kecuali ada gangguan di jalur utama.

 

TEKS:ANTONI STEFEN

EDITOR:RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster