Uang THR PT PSM Dirampok, Tiga Pelaku Berhasil Diamankan

 415 total views,  2 views today

ilustrasi

ilustrasi

KAYUAGUNG – Rencana ingin memberikan tunjangan hari raya (THR) bagi karyawannya, namun rupanya niat tersebut tidak berjalan mulus lantaran uang THR milik PT Persada Sawit Mas (PSM) yang disimpan Syamsul Bahri SE, selaku Bendahara dirampok 6 orang pelaku bersenjata api, Kamis (24/7) pukul 03.00 WIB di Mess PT PSM Kebun Sungai Beyuku Kecamatan Pangkalan Lampam.

Akibat aksi perampokan dengan kekerasan tersebut, PT PSM menderita kerugian berupa uang tunai Rp45 juta yang disimpan dalam brangkas dan 1 unit Laptop merk Accer dan korban Syamsul Bahri pun menderita 3 luka tembak masing-masing 2 luka di bagian paha kanan dan 1 luka di bagian paha kiri. Korban saat ini masih menjalani perawatan medis akibat luka yang dialaminya.

Sementara polisi dari jajaran Unit Pidum Satreskrim Polres OKI yang dipimpin Ipda Irwan Sidik berhasil mengamankan 3 dari 6 pelaku, Kamis (24/7) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Masing-masing pelaku yakni Sudirmin (38), Sungai Beyuku, Air Sugihan, Marwah (30), warga Pemulutan dan Kemat (55), warga Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.

Kapolres OKI, AKBP Erwin Rachmat melalui Kasat Reskrim AKP Nova Ediyanto, didampingi, Kanit Pidum, Iptu Irwan Sidik, menjelaskan, kronologis kejadian bermula saat keenam kawanan pelaku yang semuanya membawa senjata api masuk ke lokasi mess perusahaan langsung menyandera dua orang security.

“Setelah menyandera dua petugas keamanan perusahaan, kawanan pelaku kemudian menuju rumah dimana korban Syamsul Bahri berada.  Pelaku mendobrak paksa pintu rumah dan langsung menuju kamar korban. Korban tersentak bangun, namun langsung dihujani tembakan yang mengenai paha kanan dan kirinya,” ujarnya kemarin.

Selanjutnya, kata Kapolres, pelaku memaksa korban menunjukkan brangkas penyimpanan uang sebesar Rp45 juta, yang merupakan dana THR bagi karyawan perusahaan. “Brangkas itu kemudian dibawa kabur pelaku. Pelaku juga sempat membawa 1 unit Laptop merk Accer milik korban. Kejadian ini kemudian dilaporkan pihak perusahaan ke Polsek Pampangan,” terangnya.

Polisi yang menerima laporan langsung menyelidiki kasus perampokan ini dan setelah sepekan akhirnya polisi mengetahui identitas para pelaku.

“Pertama kali kami menangkap tersangka Sudirmin dan Marwah, keduanya merupakan buruh perusahaan tersebut. Atas nyanyian kedua tersangka ini barulah diketahui otak pelaku perampokan adalah tersangka Kemat. Ketiganya berhasil kita amankan, sementara 3 pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” beber Kapolres.

Sementara tersangka Sudirmin mengakui jika dirinya hanya sebagai penunjuk arah.

“Awalnya Kemat menghubungi saya, dia meminta pekerjaan, selanjutnya Kemat yang merencanakan perampokan. Saya dapat bagian Rp5 juta, itupun saya terdesak untuk mengobati luka bakar di leher ini pak,” ujarnya sembari menunjukkan luka bakar di bagian lehernya.

Sedangkan tersangka Marwah mengaku hanya berperan menjemput tersangka Kemat dan rekan-rekannya untuk diantar ke lokasi perusahaan.

“Setelah Sudirmin mengantarkan rombongan Kemat kepada saya, saya kemudian mengantarkannya ke lokasi perusahaan karena memang saya masih bekerja di perusahaan. Tapi setelah mengantar saya pulang, tidak tahu siapa yang membawa senjata api. Saya juga tidak mendapatkan bagian apa-apa,” akunya.

Tersangka Kemat sendiri ketika dibincangi di Ruang Penyidik Unit Pidum membantah jika dirinya ikut dalam aksi perampokan tersebut. Pelaku ini pun berpura-pura tidak kenal dengan tersangka Sudirmin dan Marwah. “Wong duo itu rumahnyo dimano, dak tahu aku samo wong itu. Sumpah aku dak tahu nean pak, aku ne cuma buruh tukang,” kilah tersangka yang disinyalir juga merupakan pemain lama dalam kasus pencurian dengan kekerasan ini.

 

TEKS  : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster