Pendamping KUBE Bantah Sunat Bantuan

 398 total views,  2 views today

 

KAYUAGUNG – Pendamping Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten OKI, Meri (35) akhirnya memberikan hak jawabnya atas pemberitaan sebelumnya terbit di sejumlah media tentang adanya pemotongan dana bantuan KUBE sebesar Rp4 juta dari Rp20 juta untuk setiap kelompok.

Cerita Meri, bantuan KUBE yang bersumber dari APBN itu semua kelompok menerima Rp 20 juta, bukan Rp 16 juta seperti apa yang pernah dikatakan Razali, salah satu anggota KUBE Desa Terusan Menang, Kecamatan SP Padang, dimana dana KUBE hanya diberikan Rp 16 juta per kelompok.

“Itu Pak Razali salah informasi, saat itu dia bertanya dengan ketua kelompok Susilo dibengkelnya. Dia menanyakan berapa jumlah dana yang diterima, oleh Susilo menyebutkan dari Rp 20 juta, sebanyak Rp 16 juta sudah dibelanjakan untuk modal usaha bengkel. Namun ternyata pembicaraan itu ditangkap oleh Rozali, kalau dana tersebut Rp 16 juta perkelompok, hingga dia melaporkan hal ini ke pihak Dinas Sosial,” terang Meri, Selasa (22/7).

Kata Meri, jumlah KUBE yang menerima bantuan di Kecamatan SP Padang sebanyak 25 kelompok.

“Dan semuanya tidak ada pemotongan, karena pencairan dananya lewat rekening,” jelas Meri.

Sambung Meri, bantuan dana untuk KUBE ini bukan sebatas bantuan cuma-cuma melainkan, harus ada pertanggungjawabannya. Dimana selama enam bulan sejak bantuan itu digulirkan masing-masing harus maju usahanya.

“Kalau gagal usahanya tidak jalan, maka bantuan itu akan dialihkan kepada kelompok lain” ungkapnya.

Adapun dari pemberitaan sebelumnya, beberapa orang perwakilan anggota kelompok usaha bersama (KUBE) Taruna Tani Desa Terusan Menang, Kecamatan Sirah Pulau (SP) Padang, Rabu (16/7) lalu mendatangi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Mereka mengadukan dana bantuan yang mereka terima diduga disunat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Menurut Perwakilan anggota KUBE Taruna Tani, Rosali, dana bantuan usaha yang seharusnya mereka terima sebesar Rp 20 juta sesuai dengan yang disetujui pemerintah pusat melalui Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan.

“Jadi melalui dana APBN yang disalurkan melalui Dinsos Provinsi ke rekening masing-masing kelompok. Namun saat pencairan rupanya bukan Rp 20 juta yang kami terima, melainkan hanya Rp16 juta,” ujar Rosali.

Dikatakannya, bantuan dari pemerintah pusat ini diperuntukkan bagi 25 KUBE yang ada di Kabupaten OKI, diantaranya KUBE Taruna Tani Desa Terusan Menang.

“Dari 25 KUBE yang ada, 19 diantaranya sudah mencairkan dana bantuan tadi, tapi semuanya dipotong Rp 4 juta/KUBE,” terang Rosali seraya mengatakan, pihaknya mendatangi Dinsos OKI untuk mengadukan permasalahan ini.

Anggota KUBE Taruna Tani lainnya, Darma menyatakan, pencairan dana bantuan ini memang melalui rekening masing-masing kelompok, namun mereka diawasi dan dikoordinir oleh pendamping dan PSM.

“Nama PSM-nya Merry, warga Terusan Menang juga. Kami didampingi dan diawasi oleh Merry dan dia yang mencairkan dan bantuan kami, jadi saat menyerahkan dana ke kelompok hanya Rp 16 juta, sisanya entah kemana,” urai Darma

Pihaknyapun tidak mengetahui apakah ada keterlibatan oknum di Dinas Sosial Kabupaten OKI.

“Untuk itu kami datang untuk mengklarifikasi terkait pemotongan ini. Kita hanya ingin Dinsos OKI menyelesaikan masalah ini, jangan sampai oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab ini terus melakukan hal serupa kedepannya. Jika masalah ini tidak bisa diselesaikan, ya terpaksa kami menempuh jalur hukum untuk memperjuangkan hak kami,” tandasnya.

 

TEKS   : DONI AFRIANSYAH

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster