Pedagang Masih Juga Membandel, Makanan & Minuman Kadaluarsa Masih Ditemukan

10 total views, 3 views today

 

SIDAK : Tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Empat Lawang, Selasa (22/7), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke mini market dan Pasar Tebing Tinggi. Hasilnya, ditemukan masih ada pedagang yang menjual makanan dan minuman kadaluarsa dan kemasannya rusak. Foto: Saukani

Tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Empat Lawang, Selasa (22/7), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke mini market dan Pasar Tebing Tinggi. Hasilnya, ditemukan masih ada pedagang yang menjual makanan dan minuman kadaluarsa dan kemasannya rusak. Foto: Saukani

EMPAT LAWANG – Walau pun himbauan agar pedagang, tidak menjual makanan dan minuman yang kadaluarsa dan kemasannya yang rusak sudah sering disampaikan namun masih saja ada pedagang yang membandel, menjual makanan dan minuman kadaluarsa.

Itu terbukti saat tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Empat Lawang, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pedagang di Pasar Tebing Tinggi dan mini market yang ada di Kabupaten Empat Lawang, Selasa (22/7).

Dari hasil sidak itu, ditemukan sejumlah makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa namun tetap dijual oleh pedagang. Selain menemukan makanan minuman kemasan tak layak konsumsi, diamankan juga beberapa minuman kaleng dalam kemasan sudah rusak.

“Ada temuan kita makanan dan minuman kaleng kadaluarsah, ini akan diproses lebih lanjut,” jelas Kadisperindag Empat Lawang H Burhansyah didampingi Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Eka Agustina, kemarin.

Selain makanan dan minuman kaleng sebut Eka, juga dilakukan pemeriksaan di pasar tradisional, untuk makanan seperti tahu, tempe dan mie. Ini dilakukan guna memastikan makanan dan minuman dipasar bebas dari formliin atau bahan dilarang lainnya agar tidak berakibat fatal apabila dikonsumsi oleh masyarakat.

Dijelaskan Eka, sidak merupakan pengawasan yang harus dilakukan secara rutin, agar masyarakat bisa membeli makanan dengan aman. Dan juga kepada penjual diharapkan menjajakan makanan atau minuman  benar-benar layak bukan yang sudah rusak.

“Ini baru ditemukan sekitar 10 barang  makanan dan minuman sudah kadalwarsa. Untuk mencegah itulah kita melakukan sidak rutin,” katanya seraya menambahkan, biasanya menjelang lebaran masyarakat akan membeli barang cukup banyak.

Eka menyarankan, agar masyarakat lebih teliti dalam membeli makanan, terutama jenis makanan dan minuman kaleng atau kemasan. Mengenai tindak lanjut temuan sidak, akan menunggu penjelasan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Namun, Disperindag menghimbau kepada pedagang agar menjual barang belum masa penggunaanya habis. “Kalau sudah kadaluarsa, dipajangkan saja tidak boleh apalagi dijual,” tegasnya.

Sementara itu Ketua YLKI Lahat yang membawahi wilayah Empat Lawang, Sanderson mengatakan, barang sudah rusak itu tidak boleh dipajangkan karena, anti karat pada minuman kaleng akan pecah dan bercampur dengan minuman didalamnya. Selain itgu, barang yang sudah hampir habis masa pakainya, harus dikembalikan kembali kepada produsenya.

“Sesuai dengan undang-undang, pedagang tidak boleh memajang makanan yang sudah rusak atau kadalwarsa. Kalaupun ada tetapi masih dipajang, penjual itu bisa diberikan peringatan ataupun dicabut izin usahanya,” tukasnya.

 

TEKS              : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com