H-5 Jalintim Mulai Padat

 247 total views,  2 views today

Suasana kendaraan arus mudik lebaran yang melintas di Jalintim OKI .

Suasana kendaraan arus mudik lebaran yang melintas di Jalintim OKI .

KAYUAGUNG – Pada H-5 menjelang hari raya Idul Fitri 2014, arus kendaraan pemudik yang melintasi jalur Jalan lintas Timur (Jalintim) mulai padat. Berdasarkan pantauan di Jalintim OKI meskipun sudah mulai pada tapi masih tetap lancar dan para pemudik tidak menemui kendala berarti sepanjang jalan karena mulusnya kondisi jalan negara tersebut.

Disamping itu, tidak ada kerusakan jalan yang cukup berarti pada Jalintim OKI yang memiliki panjang 130 hingga 150 Kilometer ini. Untuk di Sumsel, Jalintim terhitung dari Simpang Timbangan 32 Indralaya Ogan Ilir hingga perbatasan Sumsel-Lampung di Desa Pematang Panggang Kecamatan Mesuji Kabupaten OKI.

Hasil pantauan, pemudik yang berangkat dari Sumatera menuju pulau Jawa masih didominasi kendaraan pribadi berpelat Sumsel atau bernopol BG. Namun, sesekali juga terlihat kendaraan pemudik berplat provinsi lain di Sumatera seperti Riau (BM), Sumbar (BA), Jambi (BH), dan Lampung (BE).

Sedangkan untuk kendaraan yang datang dari arah sebaliknya (Jawa menuju Sumatera) kebanyakan berplat DKI Jakarta (B), meskipun juga terlihat ada kendaraan dari provinsi lain di pulau Jawa yakni Bandung (D), Jawa Tengah (AA) dan DI Yogyakarta (AB).

Kapolres OKI AKBP, Erwin Rachmat SIK didampingi satlantas Polres OKI AKP Haris Batara Simbolon kemarin mengatakan, pihaknya sudah mendirikan 6 unit Pos PAM di lokasi strategis seperti di depan Terminal Kayuagung dan simpang tiga Desa Talang Pangeran Kecamatan Teluk Gelam, Pasar Lubuk Seberuk, Pasar Tugumulyo dan Pematang Panggang.

“Setiap pos terdiri dari beberapa personil gabungan Dihubkominfo Polri, TNI, Pol PP dan tim medis. Funginya bukan hanya memantau arus kendaraan, tapi juga memberikan bantuan informasi kepada pemudik yang mendatangi pos. Mereka akan siaga hingga H+7 lebaran mendatang,” ujarnya.

Lanjutnya, meskipun kondisi jalan raya saat ini mayoritas mulus, namun pemudik harus tetap mewaspai sejumlah titik jalan yang terdapat tikungan tajam. Titik rawan Lakalantas ini berada di tikungan Air Jernih (KM 97) Desa Mulyaguna Kecamatan Teluk Gelam.

Lalu tikungan tajam di Pasar Muara Burnai I (KM 105) Kecamatan Lempuing Jaya, tikungan di Desa Tugu Jaya (KM 125) Kecamatan Lempuing Jaya, tikungan di Dabuk Rejo (Km 160) Kecamatan Lempuing dan tikungan di  Desa Surya Adi Kecamatan Mesuji (KM 180).

“Hampir setiap tahun khususnya saat musim mudik, tikungan ini kerap menelan korban Lakalantas. Penyebabnya bukan cuma karena kondisi tikungan tajam tapi juga karena faktor kesalahan manusianya seperti mengantuk dan ugal-ugalan,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati OKI Iskandar SE telah menginstruksikan jajarannya khususnya Dinkes OKI dan RSUD Kayuagung agar memberikan pelayanan maksimal selama musim mudik dan hari raya. Bahkan Puskesmas di sepanjang Jalintim harus standby 24 jam untuk mengantisipasi bila terjadinya korban Lakalantas.

Hal yang sama terjadi di Jalintim Banyuasin sejak H-8 terlihat arus kendaraan mulai mengalami peningkatan. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Banyuasin, Supriadi SE MStr menjelaskan, jika saat ini kendaraan pemudik sudah mulai terlihat, hal itu dibuktikan dari hilir mudiknya kendaraan pribadi ber pelat luar dan kendaraan yang memiliki ciri khas.

Kendaraan pemudik ini didominasi oleh kendaraan yang datangnya dari Provinsi Riau, Bandung dan Jakarta. “Pemudik ini sudah mulai terlihat, ini sudah terpantau sejak H-8 dan kita prediksi puncaknya pada H-4 nanti. Sudah ada peningkatan kendaraan, untuk kendaraan pribadi, bukan kepadatan Jalintim yang disebabkan kemacetan tadi pagi (kemarin pagi,red),” ungkap Supriadi.

 

TEKS    : DONI/DIDING

EDITOR  : ROMI RAMADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster