Terkait Seringnya Kebakaran, Ombudsman akan Periksa PT PLN

 261 total views,  2 views today

 

Beberapa Petugas Sedang Melakukan Pengecekan Instalasi Listrik | Foto : Dok KS

Beberapa Petugas Sedang Melakukan Pengecekan Instalasi Listrik | Foto : Dok KS

PALEMBANG – Dalam satu bulan terakhir, si jago merah sudah beberapakali mengamuk di Kota Palembang. Bahkan dalam tiga hari berturut-turut terjadi kasus kebakaran di metropolis, yang umumnya disebabkan korsleting listrik.

Hal ini membuat Ombudsman Sumsel, sebagai lembaga yang mengawasi kinerja pelayanan publik, akan melakukan  investigasi secara independen, untuk melihat apakah ada mall praktek yang dilakukan pihak berwenang dalam hal ini PLN, maupun pihak ketiga dalam melakukan pemasangan instalasi listrik ke rumah-rumah.

Kepala wilayah Ombudsman RI Perwakilan Sumsel, Indra Zuardi ketika melalui selulernya menyebut, Ombudsman berhak melakukan investigasi tersebut walaupun pemasangan instalasi listrik selama ini dilakukan rekanan PT PLN.

Harusnya kata Indra, PLN melakukan kontrol apakah pemasangan instalasi itu  sesuai dengan prosedur atau belum. “Kami tentu akan mengecek dokumennya, untuk memastikannya. Jika ditemukan ada kelalaian yang dilakukan PLN, tentu ada sanksi yang diberikan,” tegasnya.

Indra menerangkan, jika ada mekanisme kontrol dari PLN terhadap pihak ketiga maka harus ada reportnya, dan report ini mesti detail apakah pihak ketiga sudah melakukan pekerjaannya sesuai atau belum.

“Nantikan terlihat, apakah setelah dilakukan pemasangan oleh pihak ketiga, PLN melakukan pengecekan lagi untuk memastikan yang dilakukan pihak ketiga sudah sesuai standar prosedur atau belum. Kami tidak tahu apakah ini dilakukan apa tidak, makanya nanti akan kami surati PLN untuk menjelaskan hal itu, PLN harus terbuka dong,” harapnya.

Terpisah,  pakar hukum pidana dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Syarifudin Pettanase Pakar menyebut dalam kebakaran jika memang konsleting listrik, itu artinya ada kelalaian petugas yang melakukan pemasangan instalasi.

Pihak yang melakuan pemasangan itu terangnya, bisa dikenakan sanksi pidana.  “Dalam hukum ada yang namanya teori klausalitas, sesuatu akan menjadi benar jika sesuai fakta dilapangan ,” jelasnya.

Ia menerangkan, jika bicara penyebab kebakaran adalah konsleting listrik, maka dilihat siapa yang bertanggung jawab atas persoalan itu, siapa dan apa yang paling dekat dengan akibat. “Konsleting listrik itu adalah akibat dari sebab, maka penyebabnya harus diketahui. Jika kesalahan prosedur, bisa saja pasal kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang dikenakan pada yang bertanggungjawab melakukan pemasangan instalasi itu,” tegasnya.

Menurutnya penyelidikan kearah kesalahan prosedur, mesti dilakukan agar proses instalasi tidak seenaknya, dilakukan.  “Publik harus tahu, sebab publik yang dirugikan dalam hal ini,” kata dia.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen pol Saud Usman Nasution melalui Kabid Humas Kombes Pol Djarod Padakova, menjelaskan hingga kini pihaknya terus melakukan penyelidikan terhadap penyebab serangkaian kebakaran yang terjadi, “Penyelidik terus bekerja, hasil olah TKP terus didalami. Kami akan melakukan tindakan, sesuai dengan hasil olah TKP,” jelasnya.

Ditanya apakah ada dugaan kesalahan prosedur pemasangan instalasi, sehingga menyebabkan terjadinya kebakaran ? ia enggan berkomentar lebih jauh, dan akan melihat hasil proses dan tahapan terlebih dahulu. “Saya tidak ingin menduga-duga nanti kita lihat hasil penyelidikan selesai, yang jelas kami tidak akan tebang pilih siapa yang salah harus dihukum sebagaimana mestinya,” tukasnya.

TEKS              : IMAM MAHFUZ

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster