Susu Kental Manis Kadarluasa di Pasar Pendopo

 489 total views,  2 views today

Asisten II PALI Burdani Akil SH dan Kadisperindag Drs Kusmayadi  mnemukan susu kental manis kedaluwarsa di Pasar Inpres Talang Ubi.

Asisten II PALI Burdani Akil SH dan Kadisperindag Drs Kusmayadi mnemukan susu kental manis kedaluwarsa di Pasar Inpres Talang Ubi.

PALI – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Palembang dan tim gabungan (timgab) Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ((Pemkab Pali), menemukan panganan yang mengandung bahan berbahaya di pasar tradisional (inpres), Pendopo, Talang Ubi, Senin (21/7).

Tim dari BPOM menurunkan sebuah mobil berfasilitas laboratorium dan beberapa laboran untuk mengecek kandungan sampel makanan. Hasilnya tahu, ikan asap, model serta mutiara cina atau cenil dan kerupuk kuping gajah yang dijual di Pasar Pendopo, masing-masing mengandung formalin dan rhodamin (pewarna tekstil).

Selain itu, tim gabungan juga menemukan susu kental manis (susu kaleng) yang sudah kadaluarsa di salah satu toko di pasar tersebut. Kendati sudah exipred (kadaluarsa), susu kaleng tersebut masih dipajang di salah satu sudut dalam toko.

Pemilik toko beralasan, susu tersebut memang tidak lagi dijual, tapi sengaja tempatnya saja dibedakan.

“Cuma lupa menyingkirkannya saja pak,” ujar pemilik toko yang tidak mau disebut nama.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pali, Drs HM Isnaini M,Pd yang ikut sidak pada pantauan tersebut, secara langsung ikut memantau suasana pasar serta aktif berkonsultasi dengan pedagang. Ia juga tak henti-hentinya mewanti pedagang pasar untuk tidak menjual makanan yang mengandung zat berbahaya.

Kepala Disperindag Pali, Drs Kusmayadi, mengatakan, dalam sidak tersebut pihaknya mengambil beberapa sampel barang dan makanan yang dijajakan pedagang. Diantaranya, tahu, tempe, mi kuning, cendol, telor kodok, termasuk daging dan lain sebagainya.

Dari hasil sidak ini pihaknya mengimbau para pedagang untuk tidak menambahkan bahan pengawet makanan ataupun zat pewarna tekstil yang dapat merugikan konsumen. Ia juga mewanti-wanti para konsumen untuk cermat dalam memilih bahan makanan, sebab menurutnya banyak beredar makanan yang mengandung zat berbahaya.

“Kepada pembeli kita memberikan penjelasan pada mereka ciri-ciri makanan yang berbahaya. Sementara, untuk makanan/ minuman yang kadaluarsa termasuk yang mengandung zat berbahaya, kita tarik daeri peredaran. Pedagang juga kita bina. Kepada seluruh masyarakat hindari barang/ makanan yang tidak layak konsumsi,” pesan dia. ‎

 

TEKS      :  INDRA SETIA HARIS

EDITOR    :  RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster