Rizhadi, Bukan Sekedar Pelapis

 235 total views,  2 views today

Rizhadi

Rizhadi

PALEMBANG – Eksprimentasi terhadap Rizhadi Fauzi yang dilakukan  pelatih Sriwijaya FC Subangkit menjadi stopper, ternyata  bukan cuma sekedar untuk menjadi pelapis bilamana jasa  para pemain belakang tidak bisa digunakan saat melawan Persijap Jepara, 15 Agustus mendatang.

Menurut pelatih yang akrab disapa Cak Su itu, mantan penggawa Persita Tangerang itu memiliki kriteria yang cocok untuk dijadikan penghalang bagi juru gedor lawan.

“Kriteria Rizhadi untuk jadi  pemain belakang bagus, skill lumayan ,postur tinggi ,punya kecepatan, mental defend bagus dan kuat,” kata Subangkit saat dikonfirmasi, Senin (21/7).

Hanya saja, lanjut juru latih asal Pasuruan ini, Rizhadi  butuh pengalaman lebih banyak dan itu bisa didapat dari pengalamannya sebagai pemain depan yang terus dijaga oleh bek lawan dan sekarang dia harus belajar mengatasi (marking) pemain depan lawan.

“Kalau dia bagus main di posisi bek tengah, kenapa harus sebagai  pemain pelapis, karena  kita rugi di tengah kalau Asri main di belakang,” tutur Cak Su.

Hal ini  dilakukan Cak Su demi menyiasati kondisi pertahanan yang terancam rapuh saat dijamu Laskar Kalinyamat. Mengingat, beberapa pemain belakang SFC banyak diragukan tampil bahkan sudah dipastikan absen seperti Abdoulaye Maiga dan Jecky Arisandi karena akumulasi kartu.

“Saya  sabagai  pelatih harus cepat ambil keputusan, karena  saya melihat kondisi Erol dan Firdaus juga masih fifty-fifty bisa main apa tidak  nantinya,” katanya.

“Mumpung masih ada waktu, kita harus berani mengambil keputusan karena kita krisis pemain belakang terutama di pertandingan tanggal 15 Agustus lawan Persijap,”

Seperti diketahui,  untuk menutupi krisis pemain belakang, Subangkit mengambil kebijakan menempatkan  Rizhadi Fauzi saat latihan, Sabtu (19/7) sebagai bek tengah untuk mengisi pos yang ditinggalkan Abdoulaye Maiga, setelah sebelumnya Asri Akbar yang dicoba lebih dulu dalam laga uji coba menghadapi SFC U-21. Hal ini menjadi pertama kalinya bagi Rizhadi selama bersama SFC menjadi seorang stoper.

“Apalagi saya pernah mendengar, Rizhadi pernah jadi stopper dulunya,” pungkas mantan juru taktik Persela Lamongan itu.

 

TEKS :  IQBAL

EDITOR : ROMI MARADONA





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster