Persedian Pangan Dinilai Aman

 247 total views,  2 views today

 

PAGARALAM – Menjelang perayaan Idul Fitri 1435 Hijriah, produktivitas pangan yang ada masih cukup dan dinilai aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal itiu dikemukakan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH), Jumaldi Jani, kemarin (21/7).

Menurutnya, hal itu ditambah lagi ada program bantuan benih guna mendongkrak produksi petani setiap tahunnya.

“Ya, masyarakat tak perlu khawatir, karena kerawanan pangan tidak dimungkinkan terjadi,” katanya.

Ia mengatakan, bicara pangan tidak hanya soal beras yang setiap tahunnya meningkat. Pagaralam juga menjadi sentra sayuran di Sumatera Selatan, bahkan menjadi pemasok untuk daerah lain. Karena itu, kekhawatiran terjadinya rawan pangan bisa ditepis.

“Hingga saat ini kita tengah berupaya mengantisipasi hal iti dengan terus memantau stok perkembangan pangan sampai ke daerah terpencil seperti ke areal pertanian dan luas milik petani,” jelas Jumaldi.

Kendati demikian lanjutnya,  dari sejumlah sawah yang ada, hanya sebagian saja merupakan sawah tadah hujan. Selebihnya merupakan sawah dengan pengairan yang cukup, bahkan petani dapat melakukan panen sebanyak dua kali setahun.

“Sejauh ini kita tengah memprogramkan bantuan kepada petani melalui APBD Kota, Provinsi atau APBN yang bisa mendukung produktivitas petani,” ujarnya.

Selaini itu dalam rangka meningkatkan produksi pertanian, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Pagaralam pun turut serta mengembangkan inovasi penanaman jenis padi baru yang dinamakan teknologi Salibu. Teknologi ini memiliki nilai lebih dalam upaya budidaya padi sawah yang banyak memiliki nilai lebih menafaat bagi para petani dalam menghadapi berbagai kendala yang nantinya dihadapi seperti adaptasi terhadap iklim dan cuaca.

“Diterapkannya  teknologi ini agar hasil pertanian lebih tangguh terhadap cuaca dan membuat tanaman mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca yang ada. Termasuk teknologi ini dapat diandalkan para petani karena merupakan teknologi inovasi andalan sehingga jika ditinjau dari segi aspek teknis mudah dimplikasikan dan diimplementasikan, “jelasnya.

Jumaldi menambakan, wilayah adaptasinya pun luas, ramah lingkungan dan meningkatkan produktivitas. Sedangkan dari aspek ekonomis biaya produksinya lebih rendah dengan demikian peningkatan pendapatan petani dapat lebih tinggi hingga mencapai 20-25 juta hektar pertahun.

“Meski begitu, tekonologi ini telah diujicoba bersama para petani di daerah Mingkik diatas lahan seluas 15×20 meter persegi dan terbukti manfaatnya sangat banyak mampu menghemat benih, hemat air, dan hemat tenaga kerja serta ramah lingkungan,” katanya.

Sementara itu Wali Kota Pagaralam, Hj. Ida Fitriati Basjuni menyambut baik pemanfaatan teknologi ini. Ia berharap dengan pemanfaatan teknologi dapat pula meningkatkan taraf hidup petani di Pagaralam ke arah yang lebih baik.

“Dengan teknologi Salibu ini, mempunyai nilai lebih hingga ke depannya petani Pagaralam dapat lebih sejahtera,” sebut ida.

Terpisah, Arimah warga Dusun Petani mengatakan, dengan hasil panen yang dilakukan sekitar dua bulan lalu cukup banyak. Ia mengharapkan hal serupa tahun ini.

“Semoga saja  ada peningkatan di tahun ini,” harapnya.

Soal adanya teknologi baru dalam upaya meningkatkan produksi pertanian, ia mengaku belum memahami hal tersebut. Namun, jika memang ternyata teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan hasil sawahnya tentu saja ia akan mempergunakannya.

“Segala sesuatu yang dapat mendukung bertambahnya hasil panen, tentunya akan kita pelajari lebih lanjut,” ujarnya dengan nada riang.

 

TEKS   : ANTONI STEFEN

EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster