Kami Mahasiswa Apa Bukan?

 315 total views,  2 views today

sarjana

PALEMBANG – Beberapa mahasiswa melaporkan Perguruan Serasan di Kabupaten Muaraenim, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) di Simpang lima, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Panukal Abab Lematang Ilir (PALI) ke Polda Sumsel, Senin (21/7) sekitar pukul 12.22 WIB. Mereka menduga yayasan ini ilegal.

Eko Jurianto (19), mahasiswa yang ikut melaporkan yayasan ke Polda menjelaskan, pusat kampus Lanserasan yang berlokasi di Kabupaten Muaraenim, sedangkan untuk di Kabupaten PALi merupakan sekolah kelas jauh yang kini terdapat sebanyak 150 mahasiswa yang terdaftar.

“Kami baru tahu setelah Bupati PALi mengumumkan secara resmi bahwa perguruan tinggi Lanserasan tersebut ilegal dan tidak memiliki surat izin penyelenggaraan sekolah jauh. Dan, rencananya pihak Kopertis dan pemerintah setempat akan menutup secara resmi kampus ilegal ini,” beber Eko yang mengetahui kejadian tersebut sejak 26 Juni 2014 lalu.

Untuk menanyakan status mereka selaku mahasiswa atau bukan, Eko dan sejumlah rekan-rekanya mempertanyakan kasus tersebut ke pihak Propertis secara langsung. Ternyata pihak Propertis membenarkan tidak. Apakah pernah ada izin sekolah jauh di PALi untuk perguruan tinggi Lanserasan.

“Kami datang ke Kopertis di wilayah II Kota Palembang untuk menanyakan itu, dan dinyatakan benar ilegal untuk diwilayah PALi tidak ada izin peyelengaraan kuliah,” ucap Eko.

Sementara, Eko dan teman-temanya mengaku bingung karena saat ini dia sudah memasuki semester II, dan sudah banyak dana yang telah dikeluarkan untuk biaya perkuliahanya.

“Saya bingung status kami jadi mahasiswa apa bukan, karena nomor NIM juga diragukan. Untuk biaya per semester Rp 3 juta, kami menuntut kejelasan masa depan kami siapa yang mau bertanggung jawab?,” keluhnya.

 

TEKS    : OSCAR RYZAL
EDITOR  : RINALDI SYAHRIL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster