PKL Diminta Mundur

 242 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, meminta ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) tepatnya di kawasan Pasar Tebing Tinggi, segera mundur.

Maksudnya, lapak para PKL itu digeser mundur sekitar satu meter, dari badan jalan. Upaya ini bagian dari mengurangi kemacetan di Jalinsum, akibat penyempitan badan jalan sembari menunggu selesai pengerjaan jalan lingkar kota, sebagai solusi kemacetan lalu lintas di kawasan padat kendaraan tersebut.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Empat Lawang, Suandi Soni menyebut para PKL memang belum bisa digusur mengingat tidak ada tempat untuk memindahkan atau realokasi.

Apalagi, lapak dibagian belakang Pasar Tebing Tinggi tidak mampu menampung ratusan PKL yang ada. “Kita cuma minta mundur satu meter, silahkan kalau mau berdagang asal tertib,” himbau Suandi, kemarin.

Pantauan dilapangan, PKL menggelar lapak sudah melebihi satu meter di badan jalan, ini menyebabkan penyempitan sehingga badan jalan hanya bisa dipakai satu arah.

Kata Suandi, jika mundur satu meter otomatis mereka berjualan di atas trotoar, dan hal itu tidak masalah mengingat salah satu kebijakan terbaik saat ini adalah tidak berjualan di badan jalan.

“Kalau membandel, setelah Idul Fitri kita tertibkan kalau PKL masih mengganggu lalu lintas,” tegasnya seraya memastikan, jika melanggar terpaksa Pol PP mengerahkan 100 pasukan menertibkan PKL membandel.

Sementara itu Bupati Empat Lawang, H Budi Antoni Aljufri mendukung upaya dilakukan Kasat Pol PP, kebijakan itu dinilai tidak akan merugikan PKL. HBA juga menyatakan tidak akan menggusur PKL, sebelum adanya tempat yang layak bagi mereka berjualan.

HBA juga menjanjikan, akan membangun Pulau Emass sebagai bagian menghidupkan perekonomian Tebing Tinggi.  “Pulau Emass kita bangun, mereka akan berjualan disana, dan Pulau Emass akan menjadi sentra perekonomian Empat Lawang,” kata HBA.

Terpisah Nur (42), salah PKL di kawasan Pasar Tebing Tinggi mengaku siap mundur satu meter, namun kebijakan dilakukan ke semuanya atau tidak tebang pilih.  “Trotoarnya tinggi dan sempit, makanya kami menggelar lapak di sisi jalan,” cetus Nur seraya membantah, kalau lapak dagangannya sudah masuk ke badan jalan.

Disisi lain PKL menyalahkan parkir kendaraan, tidak teratur. Bahkan memakan sebagian badan jalan dan membuat kemacetan. “Tertibkan juga parkir kendaraan, kok kami (PKL) terus disalahkan,” tukasnya.

 

TEKS              : SAUKANI

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster