Masa Kerja PPL & Panwascam Diperpendek

 725 total views,  2 views today

kpu

PALEMBANG – Masa kerja Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, diperpendek. Hal ini disebabkan, Pilpres 2014 yang diprediksi dua putaran ternyata hanya berlangsung satu putaran.

Harusnya kata Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Palembang, Riduansyah, masa kerja Panwascam dan PPL berakhir pada September. Namun, diperpendek menjadi Agustus.

“Anggaran untuk Panwascam dan PPL,  sudah dipotong oleh Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) RI untuk dikembalikan ke kas negara. Ini adalah cara kita, untuk melakukan penghematan anggaran sesuai dengan instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta semua lembaga negara melakukan penghematan,” kata Riduansyah yang dibincangi disela-sela rapat koordinasi (Rakor) dan buka bersama dengan Panwascam se Kota Palembang di Swiss Belin Hotel, Palembang, Minggu (20/7).

Riduansyah menerangkan,  PPL sendiri diberikan honor Rp 500 perbulan ditambah uang transport dan ATK Rp 250 ribu perbulannya. Sementara untuk anggota Panwascam, honornya Rp 1 juta sedangkan untuk Ketua Panwascam Rp 1,5 juta.

Pembayaran honor bagi PPL dan Panwascam ini sebut Riduansyah, juga dimintakan untuk dipercepat dibayar. “Honor untuk PPL dan Panwascam bulan Agustus, kita minta dibayarkan sebelum Idul Fitri,” jelasnya.

Bagaimana dengan pelanggaran selama Pilpres ? Riduansyah menyebut selama pelaksanaan Pilpres 2014 di Palembang, tidak ditemukan ada pelanggaran yang mencolok baik yang dilakukan pasangan Capres-Cawapres maupun penyelenggara pemilu.

“Hanya ada satu pelanggaran yang dilakukan dua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di Kertapati, namun pelanggarannya bersifat administrasi bukan pidana pemilu. Sebab surat suara belum dirusak dan di coblos,” urainya.

“Pelanggaran ini, sudah kita selesaikan. Kita sudah merekomendasikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, untuk memberikan sanksi kepada KPPS tersebut. KPU juga sudah menindaklanjutinya, dengan menon aktifkan KPPS itu,” tukasnya.

 

TEKS           : DICKY WAHYUDI

EDITOR        : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster