Manajer PLN Pendopo Tutup Mata

 340 total views,  2 views today

PENDOPO – Sungguh malang nasib yang dialami Suharni Binti Supra Yitno (26 tahun) warga Talang Baru kelurahan Talang Ubi Barat Kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI. Niat mau membayar tunggakan rekening listrik malah harus kehilangan uang. Uang sebesar Rp 433.311 yang dibayarkan kepada “petugas” PLN justru tidak tahu ke mana rimbanya.  

Kejadiannya bermula saat 23 Juni 2014 pukul 9.30 Wib lalu Suharni didatangi oleh oknum yang mengaku bernama Dedi dari petugas PLN Rayon Pendopo. oknum Dedi ini menagih tunggakan listrik dari Maret sampai Juni.

“Kalu idak bayar listrik kami bakal diputus,” kata Suharni.

Karena membawa surat tagihan resmi yang distempel dan ditandangani  oleh Martua Dalimunte, Manager Rayon PLN Pendopo, Suharni pun percaya. Uang yang dikumpulkan dari menyisihkan uang belanja hariannya ia serahkan secara sukarela.

“Karno dio ngaku wong PLN dan bawak surat resmi, yo kami bayar bae,” ujar Suharni dengan logat khas Palembang.

Namun betapa terkejutnya Suharni saat mau membayar tagihan pada bulan berikutnya (Juli 2014). Ternyata ia dituding PLN menunggak selama empat bulan. Tentu saja Suharni tidak terima. Suharni pun melakukan protes. Karena ia merasa sudah membayar tunggakan. Saat Suharni mendatangi kantor PLN justru ia diabaikan oleh PT PLN.

“Waktu aku datang ke PLN nak nanyoke samo Pak Martua, tapi kato satpam dionyo dak galak diganggu dan dak tahu menahu. Padahal surat tagihan itu dio yang neken nyo. Jelas aku idak terimo. Makonyo aku lapor ke polisi,” ujar Suharni emosi.

Sementara itu, Martua Dalimunthe, Manajer Rayon PLN Pendopo saat dihubungi wartawan justru menyampaikan kekecewaannya.

“Saya tidak tau menau dengan persoalan tersebut. Kalau mau lapor silakan laporkan, saya tidak merasa salah saya benar jadi saya tidak takut” ucapnya dengan nada yang sangat tinggi. Menurut informasi yang layak dipercaya, oknum Dedi tersebut sehari-hari biasa nongkrong di kantor PLN Pendopo. Dio (Dedi- red) memang sering di PLN, aku dak tahu dio karyawan atau bukan. Yang jelas tiap hari dio ado di PLN. Manajer pasti kenal dengan dio,” demikian ujar sumber yang enggan disebut namanya itu.

Kejadian ini tentu saja menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat. Seperti diungkapkan oleh Darwin, warga Talang Tumbur kelurahan Talang Ubi Barat.

“Sangat aneh kalau Manajer tidk tahu menahu soal tagihan itu, tanda tangan kan dia. lagian oknum itu ada di PLN. patut dipertanyakan, ada apa dengan Martua sampai lepas tangan begitu” jelas Darwin.

Saat ini, kasus yang menimpa Suharni ini ditangani Polsek Talang Ubi. Suharni telah melaporkan ke Polsek Talang Ubi dengan nomor : LP/B – 298/VII/Sumsel/Res Muara Enim.

 

TEKS  :INDRA SETIA HARI

SEDITOR  :RINALDI SYAHRIL

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster