Kuota PKH Diminta Ditambah

 253 total views,  2 views today

pkhh

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), akan mengusulkan penambahan kuota Program Keluarga Harapan (PKH) kepada Menteri Sosial (Mensos). Di Sumsel, sejak digulirkannya program ini pada 2007 lalu sudah ada 91.664 keluarga penerima.

Bila dibandingkan dengan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) menurut  Kabid Bantuan dan Jaminan Dinas Sosial (Dinsos) Sumsel, MS Sumarwan, jumlahPKH hanya terserap 21,8 persen.

“PKH ada program bantuan untuk keluarga sangat miskin, yang ada di daerah. Bila berkaca pada jumlah keluarga penerima BLSM, bisa dibilang penerima bantuan keluarga harapan hanya sedikit sekali. Kita akan usulkan penambahan kuota penerima saat rakor dan evaluasi nanti di Palembang,” kata Marwan, kemarin.

Minimnya penerima program ini sebut Marwan, disebabkan dana yang dikucurkan terbatas. Pemerintah memberi dana Rp124 miliar pada tahun 2013 untuk Sumsel, sedangkan tahun ini hanya bertambah sekitar Rp 36 miliar untuk 178 Kecamatan yang tersebar di 14 kabupaten dan kota di Sumsel.

Pemerintah sambungnya, hanya memberi bantuan kepada 10 kabupaten di Sumsel tahun lalu, dan bertambah menjadi empat kabupaten tahun ini yakni Lubuk Linggau, Muaraenim, Pagaralam dan Ogan Komering Ulu (OKU).

Ia mengatakan, hanya Kabupaten OKU Timur yang belum mendapatkan program PKH ini di Sumsel. “Mereka juga belum mengusulkan, padahal bisa diajukan. Entah kenapa, sebab OKU Timur juga menerima BLSM. Kita harapkan bupati mengusulkan segera, karena penting untuk masyarakat miskin yang ada di daerah tersebut,” terangnya.

Keluarga miskin menerima PKH jelasnya, mendapatkan dana yang bervariasi berkisar Rp 1,5 juta sampai Rp 2,8 juta per tahun, yang dibagikan per tiga bulan sekali. Keluarga penerima dana tersebut, harus harus berdasarkan kriteria yang diperiksa oleh pendamping.

“Kalau keluarga itu sangat miskin sedangkan anaknya masih sekolah, maka diberikan dana untuk transportasi atau kelengkapan sekolah. Anak yang bersangkutan pun harus melengkapi absensi kehadiran, minimal 85 persen. Bila tidak, maka bantuan langsung distop,” terangnya.

Selain mengusulkan tambahan kuota PKH, Dinsos Sumsel juga mengusahakan penambahan pendamping. Sebab jumlah pendamping saat ini, dinilai  kesulitan menangani jumlah keluarga penerima, meski mendapatkan honor Rp 1,8 juta perbulannya.

“Di Sumsel ada 404 orang pendamping, yang menangani 91.664 peserta PKH. Cukup kesulitan, karena banyak. Kita juga akan usulkan perubahan metode pemberian dana untuk daerah terpencil. Selama ini, pendamping menghubungi keluarga untuk mengambil di kantor pos bila dana sudah siap, kita harapkan pemberiannya diubah maka tidak membebani keluarga yang hanya menerima sekitar Rp 300 ribu,” tukasnya.

 

TEKS              :  IMAM MAHFUZ

EDITOR          :  DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster