Kasus 250 Ton Solar Ilegal Polisi tak Terlibat?

 237 total views,  2 views today

Ilustrasi Minyak

Ilustrasi Minyak

PALEMBANG – Polda Sumsel melalui Unit II Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumsel terus melakukan pendalaman terkait Penggerebekan 250 ton solar yang diduga ilegal di kawasan perairan Sungai Penogoan Kelurahan Sumber Mas Pulau Rimau Banyuasin 11 Juli 2014 lalu.

Sejauh ini dari pemeriksaan yang di lakukan Unit II Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumsel belum diketahui adanya keterlibatan oknum anggota polri maupun TNI dalam kasus tersebut, namun Polda Sumsel tetap akan mengupas kasus tersebut secara tuntas.

Haltersebut diungkapkan langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol Saud Usman Nasution saat ditemui usai melaksanakan shalat Jumat di Masjid Assaada, Jumat (18/7).

Kapolda mengatakan jika pihaknya masih melakukan pendalaman terkait pengerebekan minyak tersebut, sejauh ini dari pemeriksaan yang dilakukan belum ditemukan adanya keterlibatan anggota baik itu dari Polri maupun TNI.

“Belum ada keterangan tertentu yang megatakan adanya keterlibatan anggota dalam pengerebekan minyak sebanyak 250 ton ini, untuk itu polda sumsel masih melakukan pemeriksaan lebih mendalam,” kata kapolda.

Dijelaskan Kapolda jika Polda Sumsel saat ini  masih melakukan pendalaman kasus dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi terkait, yakni Nahkoda kapal MT Healthy dan 10 awak kapal, yang saat itu berada dilokasi.

“Nahkoda kapal MT Healthy yang membawa 205 ton minyak solar tersebut sudah berada di Polda sumsel dan menjalani pemeriksaan secara intensif sementara 10 ABK yang merupakan warga negara asing diamankan di Polair Polda Sumsel,” kata Kapolda

Seperti diketahui, TNI AD berhasil mengagalkan kurang lebih 250 ton minyak mentah yang sudah berada dalam kapal tanker di dermaga  Desa Teluk Betung Parit 4 Pulau Rimau Banyuasin Sumsel.

Kapal tanker bertuliskan MK Healthy itu, menampung minyak mentah dan minyak solar illegal, hasil penyulingan tradisional yang didatangkan dari Musi Banyuasin (Muba). Minyak tersebut diduga akan dijual ke Singapura. Pasalnya, dari 12 anak buah kapal (ABK), empat diantaranya berasal dari Myanmar. Satu lainnya dari India, lainnya dari Indonesia

Dalam pengerebekan diamankan sepuluh WNA berasal dari dua negara Asia. Satu berasal dari India diketahui bernama Gopal Dass. Sementara sisanya berasal dari Myanmar, yakni Maung Toe, San Lwin, Riduan, Aye Min Aung, Wai Yan Oo.

Selanjutnya Reynold Makahekung, Kyaw Kyaw Win, Bilvijan H Sadero, Zin Phyo Paing, dan Hoo Wae Yar. Kesepuluh WNA ini, saat digerebek, berada di dalam kapal MT Healthy.

Selain mengamankan kesepuluh WNA itu, Ditreskrimsus Polda Sumsel juga sudah mengamankan satu orang WNI yang bertugas sebagai nahkoda kapal MT Healthy tersebut yakni Achton Muhaling (44) yang diamankan di ruang tahanan Polda Sumsel.

 

TEKS      : Oscar Ryzal

EDITOR     : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster