Conocophillips Kewalahan Hadapi “Illegal tapping” di Muba

 337 total views,  2 views today

Ilustrasi | Ist

Ilustrasi | Ist

SEKAYU – Perusahaan minyak dan gas Conocophillips kewalahan menghadapi aksi pencurian minyak mentah (illegal tapping) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

“Ladang minyak dan gas bumi yang ada di Kabupaten Musi Banyuasin sangat rawan sasaran pelaku pencurian sindikat perdagangan minyak mentah. Dalam tiga bulan terakhir ini saja, telah terjadi enam kali percobaan pencurian minyak dengan modus pemotongan pipa distribusi,” kata Vice Presiden Development and Relation Conocophillips Joang Laksanto di Palembang, Jumat.

Menurut dia, ladang migas dan pipa jalur distribusi milik perusahaannya sangat rawan sasaran aksi sindikat “illegal tapping” sehingga pihaknya mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk melakukan pengamanannya.

“Untuk melakukan pengamanan daerah operasional dan hasil migas, tidak mungkin mampu ditangani oleh petugas keamanan internal saja, mengingat jumlah personel yang dimiliki terbatas dan daerah operasional yang cukup luas,” ujarnya.

Untuk mendapat dukungan pengamanan dari masyarakat di daerah sekitar operasional, pihaknya berupaya melakukan pembinaan melalui program kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan, seperti pemberdayaan ekonomi, menumbuhkan jiwa kewirausahaan pemuda setempat, dan penyaluran bantuan biaya pendidikan.

Kemudian, pihaknya berupaya mendapat dukungan dari aparat keamanan secara maksimal dengan menjalin kerja sama dengan pihak Polda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya karena ladang migas yang dikelola Conocophillips merupakan aset negara, katanya.
Selain itu, Joang juga mengharapkan bantuan dari para wartawan untuk memublikasikan kepada masyarakat luas mengenai bahaya dampak kegiatan pencurian minyak mentah.

Akibat pencurian minyak mentah dengan cara memotong pipa distribusi yang dilakukan masyarakat di Kabupaten Muba selama ini, dapat menimbulkan ledakan dan kebakaran hebat yang bisa mengancam keselamat jiwa pelaku dan masyarakat di sekitar lokasi pencurian, di samping pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak mentah.

Dengan gencarnya berita yang disebarluaskan melalui berbagai media cetak dan elektronik mengenai dampak negatif dari aksi pencurian minyak itu serta dukungan dari semua pihak, Joang berharap aksi “illegal tapping” di daerah operasional Conocophillips wilayah Kabupaten Muba dapat diberantas.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Djarod Padakova mengatakan bahwa jajarannya terus mengintensifkan operasi penertiban pencurian minyak mentah yang akhir-akhir masih marak terjadi.

“Operasi penertiban pencurian minyak mentah (illegal tapping) di provinsi ini akan lebih diintensifkan untuk mencegah pencurian dan mempersempit ruang gerak pendistribusian hasil curian para pelaku kejahatan itu,” ujarnya.

Operasi “illegal tapping” yang digelar jajaran Polda Sumsel dalam beberapa bulan terakhir berhasil mengamankan sejumlah mobil truk yang memuat ribuan liter minyak mentah dan beberapa tersangkanya.

Untuk menghentikan aksi “illegal tapping”, pihaknya juga mengharapkan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat agar melaporkan kepada petugas terdekat jika mengetahui atau mencurigai di daerah tempat tinggalnya terjadi aksi pencurian minyak mentah.

Aksi pencurian minyak mentah terjadi di tengah-tengah masyarakat, selain dapat merugikan negara juga dapat menimbulkan bahaya kebakaran, pencemaran lingkungan, dan mengancam keselamatan jiwa.

“Oleh karena itu, peran serta dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberantas tindak kejahatan itu,” ujarnya.
TEKS    : BAGUS SANTOSA

EDITOR  : SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster