Sopir dan Pramugara Transmusi kembali melakukan aksi mogok kerja, Desak THR dan Tunggakan Gaji Dibayar

 235 total views,  2 views today

Bis Trans Musi

Ilustrasi Transmusi | Dok KS

PALEMBANG – Tidak adanya kepastian dari manajemen PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya (SP2J), untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh, sopir dan pramugara Transmusi kembali melakukan aksi mogok kerja.

Mereka juga menggelar aksi massa di depan kantor DPRD Kota Palembang, Jumat (18/7). Dalam aksinya, mereka mendesak manajemen PT SP2J sebagai operator Transmusi untuk membayarkan THR secara penuh.

Tak hanya itu, mereka juga meminta tunggakan gaji yang belum dibayarkan untuk dilunasi. “Kami tidak menuntut yang lain, kami hanya menuntut hak kami sebagai karyawan. Tolong wakil rakyat dengarkan nasib kami, kami bukan pencuri. Kewajiban sudah kami laksanakan, wajar jika kami menuntut hak,” desak ratusan karyawan Transmusi tersebut.

Namun aksi tersebut, tidak mendapatkan tanggapan dari para wakil rakyat. Bahkan karena tidak mengantongi izin, aksi itu dibubarkan oleh aparat kepolisian dengan alasan menganggu arus lalu lintas di Jalan Gubernur HA Bastari, Jakabaring.

Dibincangi usai melakukan aksi, salah seorang sopir Transmusi yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, aksi mogok kerja ini akan tetap dilakukan sampai ada kejelasan hak mereka dibayarkan.

Bahkan sebutnya, Senin (21/7) mendatang, mereka akan kembali melakukan aksi. Menurutnya, sampai saat ini selain THR yang tidak dibayar penuh ada juga tunggakan gaji sebanyak dua bulan yang belum dilunasi manajemen PT SP2J.

“Kami akan tetap mogok sampai ada kejelasan. Senin akan kesini lagi, karena belum ada surat izin untuk hari ini. Senin, kami akan mendatangi Polresta, Komisi II DPRD Palembang untuk meminta mereka memanggil Dirut PT SP2J,” bebernya.

Menurutnya, karyawan Transmusi kecewa dengan pernyataan  Dirut PT SP2J di media yang mengatakan jika sopir dan pramugara Transmusi, tidak lagi sanggup bekerja maka diminta mengundurkan diri.

“Kalau soal mengundurkan diri, kami sanggup. Tetapi hak kami, bayar dulu. Kami sudah empat tahun mengabdi di SP2J, kami senang. Tetapi jika hak kami tidak diberikan, kami pasti berontak. Jika langsung mengundurkan diri, bagaimana dengan hak kami tersebut,” ucapnya.

Kabag Informasi dan Protokol DPRD Palembang, Revlita Siregar dibincangi terpisah menerangkan, aspirasi karyawan Transmusi tersebut bukannya tidak diterima. “Saran dari anggota dewan dan kepolisian, mereka diminta untuk mengajukan izin dahulu sebelum melakukan aksi. Dewan akan menerima mereka, dengan syarat ada izin,” tegasnya.

Perlu Dibenahi

Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang, Harnojoyo menyebut akan mengevaluasi kinerja manajemen PT SP2J. “Kami akan evaluasi, jika perlu dilakukan pembenahan disemua lini, agar Transmusi bisa maksimal,” terang Harnojoyo.

Untuk persoalan gaji yang belum dibayarkan, ia menyebut Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang akan mencarikan jalan keluarnya. “Itu akan kami pikirkan, segera kami carikan jalan keluarnya,” tukasnya.

 

TEKS              : ALAM TRIE PUTRA

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster