Kades Resmi Ditahan Karena Membunuh Warganya Sendiri

 298 total views,  4 views today

ilustrasi

ilustrasi

MARTAPURA  – Setelah menjalani pemeriksaan penyidik Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres OKU Timur pada Rabu (16/7/2014) kemarin, Kepala Desa (Kades) Agung Jati Kecamatan Madang Suku I, OKU Timur bernama Muhtasor (45) akhirnya ditahan polisi.

Kades Agung Jati itu ditahan penyidik Sat Reskrim Polres OKU Timur karena diduga terlibat dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan tewasnya warganya sendiri, Nanak Sugiana. Peristiwa penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya korban Nanak terjadi pada Selasa (26/6/2014) lalu sekitar pukul 10.00 WIB.

Selain menjebloskan Kades Desa Agung Jati Muhtasor, polisi juga menahan Sekretaris Desa (Sekdes) Agung Jati Sugianto, karena menjadi provokator saat terjadinya aksi unjukrasa ratusan warga di Mapolres pada Rabu (16/7/2014) malam. Massa dibawah komando sekdes, menuntut secara paksa agar polisi melepaskan Kades Agung Jati, Muhtasor .

Kapolres OKU Timur AKBP Hengky Widjaja melalui Kepala Satuan (Kasat Reskrim) AKP Yon Edi Winara, Kamis (17/7/2014), mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan pertama, penyidik lalu menahan kades Muhtasor dengan perkara pembunuhan maupun pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Mengetahui kadesnya ditahan, lalu 166 orang warga Desa Agung Jati dengan menggunakan empat unit truk dan satu unit mobil jenis Ford mendatangi Mapolres OKU Timur dengan tujuan unjukrasa dan menuntut agar pihak kepolisian melepaskan kades mereka.

“Bahkan beredar informasi jika masyarakat Dari Desa Agung Jati akan melakukan tindakan anarkis dengan tuntutan memaksa pihak Polres Oku Timur untuk mengeluarkan Kades Muhtasor dari tahanan,” katanya

Mendapat informasi itu, pihak Polres dipimpin oleh Wakapolres OKU Timur Kompol Tri Hadiyanto, dibantu anggota Polsekta Martapura, Polsek BP.Peliung dan Polsek Buay Madang lalu melakukan pengamanan di Simpang Lengot untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sekitar pukul 24.00 WIB, massa pengunjukrasa tiba di Simpang Lengot. “Namun untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, polisi lalu mengarahkan massa untuk masuk ke halaman Mapolres,” ujarnya.

Semula massa tetap ngotot agar kades mereka dibebaskan malam itu juga, polisi lalu mengambil langkah dengan memeriksa satu per satu pengunjukrasa. Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan barang bukti (BB) berupa senjata tajam (sajam) jenis rencong.

Kemudian polisi menahan delapan orang termasuk sekdes untuk dimintai keterangan.”Sekdes kita tahan karena dia menjadi provokator warga agar berunjukrasa menuntut kades dibebaskan,” terang Kasatreskrim.

 

TEKS: MUSLIM

EDITOR: SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster