Warga Ancam Duduki PTPN VII, Pertemuan Nyaris Ricuh

 277 total views,  2 views today

MUARA ENIM – Pertemuan antara warga Desa Sugih Waras,  Kecamatan Rambang, Kabupaten Muaraenim dengan manajemen PTPN VII yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaraenim, Rabu (16/7), berakhir ricuh.

Saat rapat yang diselenggarakan di ruang rapat Pemkab Muaraenim dipimpin Wakil Bupati, H Nurul Aman tersebut,  Emosi warga memuncak lantaran tidak puas dengan apa yang disampaikan manajemen PTPN VII terkait ganti rugi lahan, yang selama ini dikuasai oleh PTPN VII.

Bahkan,  beberapa kali warga membentak  dan menggebrak meja dan melontarkan kata-kata yang keras sehingga hampir menyulut warga lainnya, untuk bereaksi. Ketua Forum Masyarakat Sugih Waras Bersatu (FMSRB), Junial Komar menyebut warga masih pada tuntutan semula.

Besaran ganti rugi yang diminta warga Rp 35 juta perhektar, atas tanah seluas  2.250 hektar yang dikuasai dan dinikmati oleh PTPN VII,  selama 30 tahun. “Tanah itu, tanah masyarakat Sugih Waras bukan tanah desa, tanah adat atau tanah ulayat. Wajar jika masyarakat meminta tuntutan ganti rugi tersebut,” kata Junial.

Sementara itu Irham Maulana, salah satu warga Desa Sugih Waras meminta manajemen PTPN VII, segera membayarkan kompensasi atas tanah warga yang sudah diduduki selama 30 tahun tersebut.  “Kami akan tunggu putusan manajemen PTPN VII, sampai sebelum lebaran. Jika tidak ada kepastian kami tidak segan-segan menduduki pabrik PTPN VII,”  tegas Irham.

Terpisah, Sekretaris Perusahaan PTPN VII, Sony S SH GM, mengaku dalam perizinan dan prosedur serta mekanisme dalam pembuatan perkebunan PIR II PTPN VII tersebut,  sudah sesuai aturan.

Untuk itu, pihaknya tidak bisa memenuhi tuntutan warga meminta kompensasi ganti rugi lahan sebesar Rp 35 juta per hektar. Sebab untuk pengeluaran masalah keuangan, harus sesuai prosedur dan meknisme yang ada. “Jika ada ketetapan PN, berapa pun keputusannya akan kami bayar. Yang penting ada dasar hukumnya,” ujar Sony.

Sementara itu, Wakil Bupati Muaraenim, H Nurul Aman mengatakan, Pemkab Muaraenim hanya memfasilitasi pertemuan tersebut. Ia berharap, permasalahan ini dapat terselesaikan dengan baik dan saling menguntungkan kedua belah pihak.

“Kita berharap persoalan ini dapat segera terselesaikan. Kita meminta PTPN VII segera mengambil keputusan terkait permasalahan ini, sehingga pertemuan selanjutnya sudah menemukan kesepakatan,”  tukasnya.

TEKS              : SISWANTO

EDITOR          : DICKY WAHYUDI

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster