Penetapan Suara Pilpres Ditunda, data DPT dan DPK tak Singkron

 239 total views,  2 views today

PALEMBANG – Rapat pleno rekapitulasi suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, yang dilakuan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, Rabu (16/7), sudah selesai. Namun KPU belum bisa mem print out hasil rekapitulasi.

Pasalnya ada ketidaksinkron data Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). Hal tersebut menurut KPU Palembang, akan mempengaruhi tingkat partisipasi dan berpengaruh setelah nantinya diserahkan kepihak KPU Sumsel.

“Tidak singkronnya data DPT dengan DKP ini, sama sekali tidak mempengaruhi hasil perolehan suara yang telah dibacakan tadi. Namun jika masalah ini, tidak segera diperbaiki maka saat hasil rekap ini disampaikan ke KPU Sumsel maka akan diminta diperbaiki lagi,” kata Komisioner KPU Kota Palembang Divisi Sosialisasi, Abdul Karim Nasution.

Setelah diputuskan untuk perbaikan, akhirnya  para saksi dari kedua tim pemenangan calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) belum bisa menandatangani formulir model DB alias hasil rekap ditingkat KPU kabupaten/kota.

“Kami terpaksa menunda rapat pleno rekapitulasi ini, sampai besok (Kamis). Ini karena ada tidak singkron data DPT dengan DPK, ada data yang berbeda. Karenanya penetapan perolehan suara pasangan capres-cawapres, terpaksa belum bisa kita lakukan,” jelas Karim.

Meski adanya selisih DPT dan DPK, KPU Palembang belum bisa menyimpulkan titik kesalahan itu. Pihaknya akan melacak selisih tersebut, hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Kami akan lacak ini hingga ke TPS, selisih ini terjadi misalnya di TPS suatu  kecamatan tidak ada DPK. Tetapi tahu-tahu ada DPK. Bisa jadi ini ada pemilih yang mencoblos menggunakan KTP atau KK dimasukkan ke DPK, padahal seharusnya itu masuk dalam DPKTB,” ucapnya.

Meski adanya perbedaan DPT dan DPK, namun hal ini kata Karim tidak merubah hasil perolehan suara dan suara sah dan tidak sah. “Mengenai  perolehan suara tidak akan berubah. Jika selisih DPT dan DPK ini tidak diselesaikan, maka selisih juga akan berlanjut saat rekap di KPU provinsi dan bisa juga berlanjut di KPU RI,” tambah Karim.

Untuk diketahui, sesuai ketetapan KPU Palembang DPT Palembang sebanyak 1.114.014 namun hasil rekapitulasi keluar DPT 1.143.930 pemilih. Begitu juga dengan DPK seharusnya 972 pemilih menjadi 1.152 pemilih yang masuk dalam DPK. Sementara itu kedua saksi baik dari Prabowo-Hatta dan saksi Jokowi-JK, menyetujui rekapitulasi ditunda Kamis (17/8), pukul 14.00 WIB.

TEKS              : ARDHY FITRIANSYAH

EDITOR          : DICKY WAHYUDI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster