Mularis Tertipu Jual Beli Tanah, Rp 2 Milyar Amblas

 252 total views,  2 views today

 

3csx679n

Ilustrasi : Google Image

PALEMBANG – Tertipu jual beli tanah dan rumah toko (Ruko) Mularis Djauhari (50), warga Jalan Paresmeswara, No 96, Rt 06, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I Palembang, harus kehilangan uang sejumlah hingga Rp 2 Milyar.

Tidak senang lantaran dirinya telah menjadi korban penipuan, korban melaporkan kejadian tersebut ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Sumsel, Rabu (16/7) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kedatanganya guna melaporkan Kemas Haji Abdulah Husain (70), warga Bukit Sejahtera, Poligon Palembang dengan pasal penipuan, yang mengakibatkan Mularis mengalami kerugian sebanyak Rp2 milyar.

Tertera dalam surat laporan kejadian bermula saat terlapor menghubungi pelapor  melalui handphone mengatakan jika pelaku membutuhkan sejumlah uang dan akan menjaminkan tiga bidang tanah serta 7 unit Ruko, 3 unit Toun House, 19 kapling tanah siap bangun dan 3 tanah kapling seluas 16.370 m2, yang berlokasi di Jalan Panca Usaha, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang.

“Saat itu surat-surat tanah yang dijadikan sebagai jaminan hanya berdasarkan gambar yang berbentuk sketsa karena berdasarkan keterangan dia (terlapor-red) surat tanah itu telah digadaikan ke Bank BNI Palembang,” kata Mularis kepada Petugas SPKT.

Dilanjutkan Mularis setelah penyerahan jaminan tersebut dirinya dan terlapor sepakat melakukan jual beli secara lisan dan pembayaran dilakukan secara kontan dengan menggunakan cek.

“Saya bayar dengan dua lembar cek dengan nomor No KA 371384 dan No KA 371389 tertangal 14/23-5-2014 dengan total uang Rp2 Milyar. Saat itu pelaku pelaku berjanji akan menandatangani perjanjian jual beli di notaris jika saya sudah melunasi sisa pembayaran tersebut,” ujar Mularis.

Setelah saya serahkan cek tersebut ungkap Mularis,  Abdullah juga menyerahkan gambar sketsa yang dijadikan jaminan kepada saya ternyata setelah saya cek ternyata tanah tersebut tidak terdaftar di Badan Pertanahan.

“Setelah saya tahu jika tanah itu tidak terdaftar saya langsung menghubungi Abdulah dan dia juga mengakui jika tanah itu memang tidak terdaftar saat itu dia juga berjanji akan menggantinya namun hingga saat ini belum mengembalikanya,” tutur Mularis.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Djarod Padakova membenarkan adanya laporan tersebut, laporan kami terima melalui petugas SPKT dengan nomor laporan LPB/611/VII/2014/SUMSEL.

“Laporan sudah kami terima, saat ini masih dalam menyelidikan, sementara pelapor sudah kami lakukan pemeriksaan, dan nantinya terlapor akan kita panggil guna pemeriksaan, jika terbukti bersalah terlapor bisa kita kenakan pasal penipuan,”kata Djarod.

 TEKS: Oscar Ryzal

EDITOR; SARONO P SASMITO





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster